Twitter Ingatkan Pilpres AS Bakal Pengaruhi Penjualan Iklan

Twitter Ingatkan Pilpres AS Bakal Pengaruhi Penjualan Iklan

Josina - detikInet
Sabtu, 31 Okt 2020 05:40 WIB
People holding mobile phones are silhouetted against a backdrop projected with the Twitter logo in this illustration picture taken in  Warsaw September 27, 2013.   REUTERS/Kacper Pempel/Illustration/File Photo
Foto: Reuters/Kacper Pempel
Jakarta -

Jejaring media sosial Twitter telah memperingatkan bahwa sulit untuk memprediksi bagaimana pengiklan akan bereaksi menjelang pemilihan presiden AS pada 3 November mendatang.

Twitter mengatakan banyak perusahaan menghentikan pengeluaran uang untuk iklan pada kuartal kedua setelah kasus kematian George Floyd pada bulan Mei lalu. Twitter memprediksi kejadian itu bisa saja terjadi kembali saat pemilihan AS nanti.

Dilansir detiKINET dari RTE, Sabtu (31/10/2020) Twitter saat ini memiliki 187 juta pengguna aktif harian hanya naik 1 juta di mana pada kuartal sebelumnya mencapai 186 juta. Angka tersebut juga jauh dari prediksi analis sebanyak 195,2 juta pengguna.

Meski demikian pendapatan total Twitter tumbuh 14% dari tahun ke tahun menjadi USD 936 juta selama kuartal ketiga yang berakhir pada 30 September, angka ini mengalahkan perkiraan analis sebesar USD 777,17 juta.

kepala keuangan Twitter Ned Segal mengatakan pertumbuhan ini didukung dengan format iklan Twitter yang diperbarui, pengukuran iklan yang lebih baik dan kembalinya peristiwa yang telah dihentikan sementara karena pandemi COVID-19.

Twitter berharap di luar periode pemilu tren pendapatan ini bisa berlanjut naik atau bahkan lebih membaik di kuartal

Pendapatan iklan di kuartal ketiga tumbuh 15% menjadi SUD 808 juta dari waktu yang sama tahun lalu, melampaui perkiraan USD 645,95 juta.

Twitter mengatakan akan menunda peluncuran produk iklan baru hingga 2021 karena bekerja untuk mengintegrasikan persyaratan privasi data ponsel baru.

Biaya dan pengeluaran tumbuh 13% dari periode yang sama tahun lalu menjadi USD 880 juta, karena Twitter mengatakan telah menghabiskan lebih banyak untuk biaya terkait infrastruktur.

Penghasilan bersih pada kuartal ketiga adalah USD 28,66 juta, atau 4 sen per saham, turun dari USD 36,5 juta, atau 5 sen per saham pada waktu yang sama tahun lalu.



Simak Video "Twitter Perketat Akses Pengguna soal Cuitan Menyesatkan"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)