Peran Besar Google di Balik Kesuksesan Bisnis Apple

Peran Besar Google di Balik Kesuksesan Bisnis Apple

Virgina Maulita Putri - detikInet
Kamis, 22 Okt 2020 12:34 WIB
Google punya caranya tersendiri untuk memerangi ISIS, yaitu dengan iklan. Raksasa mesin pencari itu akan menampilkan iklan anti ISIS ketika ada penggunanya yang googling soal ISIS ataupun gerakan-gerakan Islam radikal lainnya.
Peran Besar Google di Balik Kesuksesan Bisnis Apple (Foto: Gettyimages)
Jakarta -

Google baru saja digugat oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) karena dugaan praktek anti kompetisi. Salah satu yang menjadi fokus gugatan ini adalah perjanjian Google dengan perusahaan lain untuk menjadikan mesin pencarinya sebagai default di ponsel dan browser.

Salah satu mitra terbesar Google yang terlibat dalam perjanjian ini adalah Apple. Bahkan Google dipercayai sebagai salah satu sumber pendapatan terbesar Apple berkat perjanjian ini.

Dikutip detikINET dari CNBC, Kamis (22/10/2020) dengan menjadi mesin pencari utama di browser Safari untuk iPhone dan iPad, Google melayani 36% pencarian internet di AS. Sedangkan perangkat Apple menyumbang hampir setengah dari traffic pencarian Google pada 2019.

Untuk menjadi mesin pencari utama di perangkat Apple, Google membayarkan uang dalam jumlah yang tidak sedikit. Mengacu pada perkiraan publik, DOJ mengatakan Google membayar sekitar USD 8 hingga 12 miliar per tahun untuk menjadi mesin pencari default di produk Apple.

Apple menghitung pembayaran dari Google sebagai bagian dari bisnis layanannya, yang meraup penjualan USD 46,2 miliar di tahun fiskal 2019. Jumlah ini setara dengan 17,7% dari total pendapatan Apple di tahun tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, Apple memang menjagokan bisnis layanannya untuk menjadi tumpuan pendapatan di masa depan. Saat membicarakan bisnis layanan Apple, biasanya mencakup layanan seperti Apple Music, Apple TV+, iCloud dan lain-lain.

Tapi menurut gugatan DOJ, istilah 'layanan' ini memiliki cakupan yang lebih luas karena tidak hanya menghitung pendapatan dari layanan streaming Apple tapi juga pendapatan dari distribusi aplikasi dan pembelian in-app di App Store, garansi Apple Care, dan lisensi yang mencakup pembayaran dari Google.

Jika estimasi DOJ tentang jumlah yang dibayarkan oleh Google akurat, maka anak perusahaan Alphabet itu menyumbangkan antara 17% dan 26% dari total pendapatan Apple. Dengan kata lain, komponen besar dari bisnis yang akan menjadi masa depan Apple datang dari satu pihak yaitu Google.

Karena sorotan terhadap perjanjian Apple dan Google, serta masalah hukum lainnya dengan Epic Games, investor mungkin akan memikirkan kembali klaim Apple soal bisnis layanannya.

Beberapa analis juga khawatir masalah anti kompetisi yang menggerogoti Google akan berujung perubahan yang akan membuat bisnis layanan Apple terlihat tidak begitu menguntungkan, yang artinya bisa menurunkan nilai saham Apple.



Simak Video "Hukuman Denda Rp 362 Miliar dari Turki untuk Google"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)