Pentingnya Modernisasi Teknologi Sistem Keamanan Fasilitas Industri

Pentingnya Modernisasi Teknologi Sistem Keamanan Fasilitas Industri

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Minggu, 27 Sep 2020 17:58 WIB
Modernisasi sistem keamanan industri
Foto: Dok. Hima
Jakarta -

Saat negara-negara di Asia mulai melonggarkan pembatasan sosial dan bisnis kembali beroperasi di tengah pandemi COVID-19, para pelaku industri pun giat menyusun strategi untuk bisa mengembalikan situasi agar bisnis kembali normal di tengah-tengah perubahan yang selalu terjadi akhir-akhir ini.

Kebersihan dan kesehatan kerja adalah prioritas utama semua bisnis saat ini, demi melindungi keselamatan pekerja dan juga pelanggan mereka. Namun, bagi bisnis seperti instalasi pabrik, keselamatan di ruang kerja haruslah selalu terjaga; walaupun peraturan mengenai keselamatan yang terkait dengan kebersihan dan kesehatan telah ada dan diberlakukan.

Lalu, apabila hal tersebut terjadi, apa yang menjadi pertimbangan utama untuk memastikan Safety Instrumented System (SIS) pada fasilitas industri selalu sesuai dengan harapan? Apakah SIS efektif dalam memantau situasi berbahaya pada pabrik, dan apakah SIS tersebut mampu mengambil tindakan cepat apabila terjadi situasi yang membahayakan?

Friedhelm Best, VP Asia Pasific Hima, perusahaan penyedia solusi otomasi cerdas, menjelaskan IEC 61511 edisi Ke-2 mengharuskan diadakannya penilaian risiko keselamatan dan keamanan secara berkala, memantau agar para staf memenuhi syarat untuk bekerja di pabrik.

Lalu harus ada juga penilaian rutin yang wajib untuk memperbaharui kualifikasi dan keamanan siber, supaya dapat mengidentifikasi kerentanan keamanan pabrik. Hal tersebut akan mampu mengungkapkan kekurangan pada sistem, sehingga akhirnya bisa mengetahui di mana modernisasi itu dapat diterapkan.

Ketika ada teknologi baru, seperti sistem keamanan terprogram, diperkenalkan, risiko baru mungkin akan bermunculan. Untuk itu, penting sekali disini untuk memastikan apakah tingkat risiko tersebut berubah karena pergantian sistem yang baru.

Agar perusahaan dapat membuktikan bahwa SIS sudah sesuai dengan IEC 61511, melalui instalasi dan pengoperasiannya, semua dokumen keselamatan dan pemeliharaan yang dibutuhkan akan disediakan oleh operator instalasi. Ini termasuk alat untuk mencatat data dan mendokumentasikan proses kerjanya.

"HIMA merekomendasikan penggunaan sistem bersertifikasi SIL 3 untuk mengganti dan menerapkan prosedur sistem sesuai dengan IEC 61511. Ini memastikan agar spesifikasinya sesuai sebagaimana mestinya, dan pengujian peralatan yang diganti dapat dilakukan secara langsung," ujar Best dalam keterangan yang diterima detikINET.

Soal downtime pun harus diperhatikan, dan untuk meminimalkan downtime, operator harus memastikan teknologinya sudah ter-update ke versi paling baru. Karena versi paling baru selalu mencakup perbaikan pada bug dan peningkatan pada sistem keamanan yang sudah diperkuat.

Mendapat bantuan ahli pun dapat melancarkan proses transisi dan meminimalkan downtime. Ada beberapa teknologi yang bisa memberikan solusi dari masalah dan pemasangan secara online, hal tersebut bisa mengurangi downtime yang banyak.



Simak Video "i-Boat, Kapal Tanpa Awak Buatan Anak Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)