Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Tarif Hemat Gandakan Pemasukan Telkomsel

Tarif Hemat Gandakan Pemasukan Telkomsel


- detikInet

Jakarta - Program tarif hemat yang digelar sejak Februari 2004 ternyata cukup ampuh untuk menggendutkan pundi-pundi pemasukan Telkomsel. Oleh karenanya, operator seluler terbesar itu ingin mengulang kesuksesan yang sama.Hal itu diungkap oleh GM Product Management Telkomsel Ahmad Yunus. "Dari Februari 2004 (sejak digulirkannya program tarif hemat-red), trafik (percakapan-red) naik lima kali lipat," kata Ahmad saat peluncuran 'Tarif Hemat Simpati Mulai Lebih Awal', di Planet Hollywood Jakarta, Selasa (03/01/2006).Yang namanya kesuksesan, sudah barang tentu semua pihak ingin mengulangnya lagi, apalagi pihak yang berbisnis. Hal yang sama berlaku juga pada Telkomsel. Dengan program tarif hemat sebelumnya saja, seperti diakui Ahmad, pemasukan Telkomsel keseluruhan meningkat dua kali lipat.Program tarif hemat merupakan program percakapan antar pelanggan Telkomsel (Simpati dan As) dengan tarif pulsa lumayan 'miring'. Bagaimana tidak, dari pukul 23.00 hingga 07.00 WIB, pelanggan hanya dikenakan biaya flat alias pukul rata Rp 150 per 30 detik untuk semua zona area nasional. Kalau kita main hitung-hitungan dengan kalkulator, maka per jamnya hanya dikenakan Rp 18.000.Sedangkan pada waktu normal antara pukul 07.00 hingga 23.00 WIB, dan dengan tarif normal pula, untuk area lokal pelanggan dikenakan Rp 600 per 30 detik. Sedangkan untuk area interlokal zona tetangga dekat dan area interlokal tetangga jauh, tarif yang dikenakan per 30 detiknya Rp 1.750 dan Rp 2.000. Sebagai informasi saja, apabila Anda di Jakarta, maka area tetangga dekat Anda ialah area yang persis berada di luar area Jakarta, contohnya Bandung. Sedangkan area tetangga jauh Anda ialah yang persis di luar Bandung.Nah oleh karena itu, Telkomsel ingin mendulang pemasukan lebih banyak lagi dengan mempercepat pemberlakuan tarif hematnya itu. Dari sebelumnya dimulai pukul 23.00 WIB, maka kali ini program itu sudah bisa dimulai pukul 22.00 WIB. Namun selama selang waktu satu jam itu (22.00-23.00 WIB), tarif rata yang dikenakan sebesar Rp 300. Baru setelah pukul 23.00 WIB, tarif hemat yang dikenakan berlaku seperti semula, Rp 150.Ya dengan program itu, hitung-hitung mereka mengoptimalkan jaringan di waktu 'nganggur'. "Mengoptimalkan jaringan demi kepuasan pelanggan tepatnya," seloroh Ahmad. Prinsip bisnis memang tak jauh-jauh, pembeli yang puas pasti akan meningkatkan 'kepuasan' penghasilan si penjual juga. Bukankah begitu? (wicak/)







Hide Ads