Penjualan Chip Bantu Samsung Hadapi Dampak COVID-19

Penjualan Chip Bantu Samsung Hadapi Dampak COVID-19

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 07 Apr 2020 19:07 WIB
Kantor Samsung
Penjualan Chip Bantu Samsung Hadapi Dampak COVID-19. (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Performa penjualan chip yang kuat, membantu laba Samsung di Q1 2020 naik, meskipun terdampak krisis terkait wabah COVID-19.

Dikutip dari Sammobile, Samsung diketahui telah mengumumkan panduan pendapatannya untuk kuartal pertama 2020. Perusahaan asal Korea Selatan ini mengatakan bahwa penjualannya akan naik dibandingkan dengan kuartal pertama tahun lalu.

Namun memang, jumlahnya tidak akan sekuat yang diperkirakan para analis sebelumnya. Saham Samsung sendiri naik 1,5% di Korea Selatan setelah panduan pendapatannya diumumkan kepada publik.

Samsung memprediksi konsolidasi penjualan sebesar 55 triliun Won dan laba operasi 6,4 triliun Won. Adapun keuntungan naik 2,73% dibandingkan dengan angka-angka di periode yang sama di Q1 2019. Sementara itu, pendapatan terbaru Samsung lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal pertama tahun lalu. Sejumlah analis telah memperkirakan angka ini akan sedikit lebih tinggi dari perkiraan Samsung sendiri.

Tahun lalu, Samsung melaporkan penjualan sebesar 52,39 triliun Won dan laba operasional 6,23 triliun Won. Dalam laporannya Samsung menyebutkan margin operasi hanya 11,6% untuk kuartal terakhir, yang merupakan terendah sejak kuartal ketiga 2016. Perusahaan ini diperkirakan telah mengirimkan 60 juta smartphone pada Q1 2020, dibandingkan dengan Q1 2019, pengapalannya mencapai angka 72 juta.

Berkenaan dengan situasi pandemi COVID-19, Samsung sebelumnya sudah memprediksi bahwa pendapatannya dari smartphone dan lini produk elektronik konsumen akan terdampak. Namun Samsung memprediksi adanya permintaan besar di lini bisnis lain, yakni yang terkait data center, bisa menebus kerugian bisnis elektronik konsumen.

Meski tidak merinci pendapatannya, yang jelas ada lebih dari 4 triliun Won dari laba operasi perusahaan yang berasal dari bisnis chip. Ini karena di masa pandemi, banyak orang bekerja dan belajar dari rumah. Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan permintaan dari data center yang mendukung software kolaborasi tim, alat untuk video conference, dan dan layanan streaming video.

Saat ini Samsung sudah bersiap menghadapi lini bisnis mobilenya terpukul lebih berat di Q2 2020, mengingat konsumen akan menunda berbelanja di tengah situasi ekonomi yang suram di seluruh dunia. Karenanya, para analis pun memangkas estimasi penjualan smartphone Samsung yang semula diprediksi 300 juta uni, menjadi 260 juta.



Simak Video "Samsung Tutup Toko di China karena Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)