Target Esia Capai 1,3 Juta Pelanggan pada 2006
- detikInet
Jakarta -
Meski registrasi prabayar diperkirakan akan 'mengganggu' harapan raihan target pelanggan operator, Esia malah berani menargetkan jumlah pelanggan mencapai tiga kali lipat. Caranya?Bakrie Telecom menargetkan pelanggan Esia bisa mencapai 1,3 juta pelanggan pada 2006. Target raihan itu sudah dihitung berdasarkan perkiraan penyusutan pelanggan akibat 'jaring' registrasi prabayar.Hal tersebut diungkapkan Presiden Direktur Bakrie Telecom Anindya Bakrie disela acara penawaran saham publik (Initial Publik Offering - IPO) PT Bakrie Telecom, yang berlangsung di Hotel Mid Plaza Intercontinental, Jakarta, Selasa (6/12/2005)."Kami menargetkan 1,3 juta pelanggan untuk 2006. Target pelanggan itu sudah termasuk penyusutan dari registrasi," kata Anindya pada wartawan. Hingga akhir 2005 ini saja, Anindya mengklaim pelanggan Esia sudah mencapai 408 ribu. Hal itu berarti Esia menargetkan pertumbuhan pelanggan tiga kali lipat.Untuk mencapai target pelanggan pada 2006, salah satu upaya yang dilakukan Bakrie ialah dengan melakukan pengembangan jaringan. Hal itu seperti penambahan Base Transceiver Stations (BTS), penambahan Mobile Switching Centre (MSC) dan Base Stations Controller, serta pengembangan peralatan penunjang sarana telekomunikasi lainnya di 15 kota yang antara lain Garut, Ciamis, Banjar, Purwakarta, Majalengka, Subang. Rencana pembangunan itu, menurut Anindya, diluar kerjasama Mobile Virtual Network Operator (MVNO) dengan Indosat StarOne. Esia sendiri sebelumnya memang sudah bekerjasama dengan PT Indosat Tbk, berhubung frekuensi StarOne di 1900 MHz mesti pindah ke frekuensi 800 MHz. Esia dipilih Indosat untuk bekerjasama karena beroperasi di frekuensi 800 MHz itu.Sedangkan biaya untuk pengembangan jaringan di 15 kota itu diambil dari 90 persen dana hasil IPO. Jumlah saham yang ditawarkan dalam IPO itu mencapai 5.500.000.000 saham seri B atau setara dengan 29,9 persen total saham yang dimiliki Bakrie Telecom. Saham itu ditawarkan dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Sedangkan dana sebesar 10 persen lainnya akan digunakan untuk modal kerja. Untuk tahun depan, anak usaha PT Bakrie & Brothers Tbk itu menganggarkan biaya investasi atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 1 triliun. Dari hasil IPO, diharapkan bisa memberi kontribusi untuk capex sebesar Rp 750 miliar, dan sisanya ditutupi dari hasil right issue pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bakrie beberapa waktu lalu.
(rouzni/)