Kamis, 14 Nov 2019 12:49 WIB

Terlalu Agresif, Startup Ini Buntung Rp 17 Triliun

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kantor WeWork. Foto: Reuters Kantor WeWork. Foto: Reuters
New York - Startup sharing kantor yang sedang bermasalah, WeWork, mencapai kerugian masif pada kuartal III 2019. Mereka buntung USD 1,25 miliar atau di kisaran Rp 17 triliun.

Dikutip detikINET dari Reuters, ongkos besar dikeluarkan WeWork untuk ekspansi bisnisnya yang agresif, dengan membuka 97 kantor co working baru. Total kantor mereka menjadi 625 dari 528 pada akhir Juni silam.

Jumlah kota baru yang punya kantor WeWork bertambah 16 sehingga total ada 127 kota di seluruh dunia yang ada layanan mereka. Jumlah kursi yang ditawarkan meningkat menjadi 719 ribu buah, dibandingkan 354 ribu pada tahun sebelumnya.


Kerugian yang terus menerus menjadi salah satu sebab WeWork gagal berjualan saham dan memecat CEO dan pendirinya, Adam Neumann. Neumann diberi kompensasi USD 1,7 miliar atau di kisaran Rp 23 triliun dengan syarat ia melepaskan hak voting dan keluar sepenuhnya dari WeWork.

Penyokong dana utamanya yaitu Softbank, telah mengambil alih perusahaan dan memberikan suntikan dana segar USD 10 miliar. "Penilaian investasi saya memang buruk dalam banyak hal dan saya berefleksi secara mendalam soal itu," kata CEO Softbank, Masayoshi Son.

Ia masih yakin WeWork dapat pulih dan menguntungkan. Namun demikian sampai saat ini, belum ada tanda-tanda mereka meraih keuntungan.

"WeWork merupakan pembayar sewa ruang kantor terbesar dan disewakan dengan harga murah. Tak masuk akal," sebut seorang pengamat.



Simak Video "Menkominfo Sebut Startup Pendidikan Sebagai Calon Kuat ''The Next Unicorn''"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/afr)