Jumat, 01 Nov 2019 20:40 WIB

Huawei Menggila di China

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: Reuters Foto: Reuters
Jakarta - Huawei menurunkan target pengapalan ponselnya secara global untuk Q3 2019, namun pengapalan ponselnya di China malah menggila.

Target pengapalan ponsel Huawei diturunkan sebesar 10%, dari 300 juta unit menjadi 270 juta unit. Hal itu mereka lakukan karena pemblokiran yang dilakukan oleh Amerika Serikat, yaitu melarang perusahaan asal AS untuk berbisnis dengan Huawei.

Dampak paling besar dari pemblokiran tersebut adalah Huawei kehilangan lisensinya untuk Google Mobile Services (GMS), yang membuat ponsel buatannya tak bisa menjalankan aplikasi inti Android, seperti Search, Maps, Gmail, dan Play Store.


Namun hal ini tak berdampak pada ponselnya yang beredar di China, karena di Negeri Tirai Bambu itu ponsel yang beredar memang tak menggunakan GMS karena Google memang masih diblokir, demikian dikutip detikINET dari Phone Arena, Jumat (1/11/2019).

Bahkan, pemblokiran itu malah memicu aksi nasionalisme warga China untuk membeli ponsel Huawei. Hasilnya, pengapalan ponsel Huawei di China pada Q3 2019 melonjak 66% secara year on year, alias dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Canalys, melonjaknya pengapalan itu membuat market share Huawei ikut meroket, dari 24% pada Q3 2018 menjadi 42,4% pada Q3 2019. Atau dalam kata lain, empat dari 10 ponsel yang dikapalkan di China adalah Huawei.
Selanjutnya
Halaman
1 2