'Perang Saudara' Ancam Batalkan APRICOT 2007 di Bali
- detikInet
Jakarta -
Seperti APICTA, ajang APRICOT 2007 rencananya akan digelar di Bali. Namun hal itu dikhawatirkan batal. Bukan hanya karena ulah teroris, ini juga gara-gara 'perang saudara' di Indonesia. Lho?Asia Pacific Regional Internet Conference on Operational Technologies (APRICOT) bukan event sembarangan di dunia Teknologi Informasi. Ajang tahunan sejak 1996 ini digelar sebagai ajang berbagi pengetahuan dan kemampuan teknis di bidang internet. Selain gengsi, negara penyelenggara diyakini akan mendapatkan ilmu dan keahlian yang bisa ikut memajukan dunia internet lokal. Tahun 2007, Indonesia akan menjadi tuan rumah ajang ini.Namun, melihat perkembangan terbaru, APRICOT 2007 di Bali dikhawatirkan akan batal. Kekhawatiran itu disampaikan oleh Garin Ganis, Deputy Project Director APRICOT 2007, kepada detikinet, Rabu (26/10/2005). Masalah pertama, ujar Garin, adalah terjadinya peristiwa teror Bom Bali II 1 Oktober 2005 lalu. "Isu terorisme ini sudah muncul sejak Indonesia mengajukan diri. Tapi waktu itu (sebelum Bom Bali II-red), beberapa rekan pakar internet menyatakan tidak keberatan untuk hadir," tutur Garin. Setelah terjadinya Bom Bali II, Garin tidak yakin kesediaan yang sama masih akan muncul. Perang SaudaraNamun selain isu terorisme, ada masalah lain yang diakui Garin membuatnya pusing. "Ada dampak gontok-gontokan APJII dan IDC," ujar Garin. Pada September 2005 sempat terjadi ketegangan hubungan antara Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dengan PT Internetindo Data Centra (IDC). Sebelumnya IDC adalah rekanan APJII dalam penyelenggaraan Indonesia Internet Exchange (IIX) JK2. Ketegangan itu pun menjelma bagai 'perang saudara'. IDC membentuk OpenIXP sebagai alternatif IIX-nya APJII. Kebanyakan ISP pun kemudian memilih terhubung melalui OpenIXP. "Pemilik ISP (Internet Service Provider-red) banyak yang bingung. Posisi APJII di mana? Sebagai badan otoritas soal routing dan sebagainya kok begini?" tutur Garin. Bulan Oktober ini, ujar Garin, ada rencana melakukan pre-launching APRICOT 2007 untuk mengumpulkan kembali dukungan dari seluruh ISP di Indonesia. "Tapi kelihatannya akan batal, ISP kelihatannya ada semacam ketidakpercayaan kepada APJII," lanjut Garin. Padahal, pengajuan Bali sebagai tuan rumah APRICOT 2007 dilakukan bersama-sama oleh dua pihak di Indonesia. Pihak pertama APJII sebagai organisasi, dan pihak kedua adalah praktisi internet yang terdiri atas beberapa nama. Garin termasuk dalam nama-nama praktisi internet. Selain Garin, kelompok praktisi internet pendukung APRICOT 2007 mencakup nama-nama seperti Johar Alam dari IDC dan Budi Rahardjo. Hubungan Budi Rahardjo dengan APJII juga tegang akibat kisruh pengelolaan nama domain .id pertengahan 2005.Garin menegaskan bahwa permasalahan yang terjadi seharusnya dilihat sebagai konflik antar individu. "APJII itu kita semua, kalau ada perseteruan individual harusnya kita ngomong oknum," Garin menambahkan. Kondisi pelik ini membuat prospek pelaksanaan APRICOT 2007 makin suram. "Ibaratnya sudah jatuh tertimpa tangga," cetus Garin. Garin menegaskan, jika sampai akhir Februari 2006 tidak ada titik terang maka Indonesia harus berbesar hati menyatakan tidak sanggup menggelar APRICOT 2007. "Jangan sampai seperti India yang dicoret karena dianggap tidak sanggup, dan akhirnya dialihkan ke Australia untuk APRICOT 2006," tuturnya.
(wicak/)