Senin, 22 Jul 2019 15:11 WIB

Gojek Sebentar Lagi Rambah Filipina, Setelah Itu Malaysia?

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Jakarta - Bicara soal ekspansi, Founder dan CEO Gojek Grup Nadiem Makarim menyebut pihaknya bisa segera merambah Filipina. Selain itu ia pun menyebut-nyebut Malaysia.

Usaha Gojek merambah Filipina sebelumnya memang masih menghadapi batu sandungan. Sedangkan rumor merambah Malaysia sudah berhembus dalam beberapa waktu terakhir.




"Sekarang kita sudah merambah ke Vietnam, Singapura, Thailand, bentar lagi Filipina, siapa tahu Malaysia pun," ujar Founder dan CEO Gojek Grup Nadiem Makarim di kantornya, Pasaraya Blok M, Jakarta, Senin (22/7/2019).

Gojek Sebentar Lagi Rambah Filipina, Setelah Itu Malaysia?Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET


Nadiem tak merinci lebih jauh soal rencana merambah Malaysia. Tetapi ia menyebut ekspansi Gojek, yang merupakan sebuah perusahaan Indonesia, ke negara-negara tetangga bisa memberi sebuah kebanggaan tersendiri.

Di kesempatan yang sama, Presiden Gojek Grup Andre Soelistyo menjelaskan tujuan "ke luar kandang". Disampaikan Andre, hal itu untuk menerapkan hasil pembelajaran Gojek selama beroperasi hampir sembilan tahun di Indonesia.




"Setahun yang lalu kami memutuskan untuk mencoba melihat apakah teknologi yang kami bangun bisa aplikasi ke negara tetangga. Kami luncurkan Go-Viet di Vietnam, Get di Thailand, sampai di Singapura," kata dia.

Gojek Sebentar Lagi Rambah Filipina, Setelah Itu Malaysia?Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET

Selama proses pelebaran sayap bisnisnya, Gojek menyebutkan sudah ada satu juta pemesanan di masing-masing negara dalam waktu singkat. Misalnya, Vietnam dan Singapura butuh waktu kurang dari dua bulan, Thailand lebih lama sebulan. Sedangkan Indonesia perlu waktu tujuh bulan untuk mencapainya.

Video: Jadi yang Pertama Adalah Kunci Go-Jek Gaet Milenial

[Gambas:Video 20detik]



"Edukasi yang kami pelajari dari Indonesia itu, buktinya sangat cepat dengan adanya ketertarikan negara-negara tersebut untuk solusi kami," pungkas dia.




(agt/krs)