Selasa, 11 Jun 2019 18:18 WIB

Donald Trump Buka-bukaan soal Polemik Huawei

Fino Yurio Kristo - detikInet
Donald Trump. Foto: Photo by MANDEL NGAN / AFP Donald Trump. Foto: Photo by MANDEL NGAN / AFP
Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat, di bawah komando presiden Donald Trump, menjatuhkan sanksi berat pada Huawei. Dimasukkan dalam blacklist, Huawei praktis tak dapat membeli teknologi AS. Sebelumnya, Chief Financial Officer Huawei Meng Wanzhou ditangkap di Kanada atas perintah AS karena tudingan melanggar embargo perdagangan dengan Iran.

Berbicara dalam wawancara dengan CNBC yang dikutip detikINET, Trump masih membuka harapan sanksi pada Huawei bisa diperingan sebagai bagian dari negosiasi dagang dengan China. Tapi ia menegaskan bahwa Huawei merupakan ancaman keamanan.

"Saya melihatnya (Huawei-red) sebagai sebuah ancaman. Di saat yang sama, bisa saja kami melakukan sesuatu dengan respek pada Huawei sebagai bagian dari negosiasi perdagangan kami dengan China," kata suksesor Barack Obama itu.




Di sisi lain, Trump percaya diri bahwa teknologi AS akan tetap lebih superior dibandingkan dengan China. Bahkan juga di kancah jaringan 5G yang saat ini praktis didominasi oleh Huawei.

"Saya membuat 5G sebagai prioritas dan sebelum saya di sini, kita tertinggal jauh di belakang dan sekarang kita sebenarnya akan memimpin dalam waktu sangat dekat," tandasnya.

"China, sehebat apapun mereka dan mereka memang hebat, mereka tidak memiliki kapabilitas para genius kita di Silicon Valley yang berjalan dengan kaos dan hartanya USD 2 miliar. Mereka tidak punya kegeniusan yang dimiliki oleh orang-orang itu," tambah Trump.

Genius yang suka berkaos itu mungkin misalnya Mark Zuckerberg sang pendiri Facebook atau Sergey Brin yang menggagas Google. Trump yakin saat ini di China, tidak ada yang sama pintar dengan mereka.

Sebelum Huawei, AS pernah menjatuhkan sanksi pada perusahaan China lain yaitu ZTE karena melanggar aturan perdagangan dengan Iran. ZTE hampir saja kolaps, tapi akhirnya diperbolehkan lagi membeli komponen AS setelah membayar denda USD 1,2 miliar.



Trump menyatakan bukan niatnya untuk menjatuhkan perusahaan asal China. Sebuah pertanda bahwa ada kemungkinan sanksi pada Huawei diperingan atau bahkan dicabut.

"Saya tidak ingin membuat perusahaan-perusahaan mereka keluar dari bisnis. Saya ingin China baik-baik saja. Tapi jujur saja, saya tidak ingin mereka melakukan sebaik yang kita lakukan," pungkasnya.


Simak Juga "Donald Trump Kasih Kelonggaran untuk Huawei":

[Gambas:Video 20detik]

(fyk/krs)