Selasa, 28 Mei 2019 16:39 WIB

Diserang AS Bertubi-tubi, Huawei Ditegaskan Takkan Mati

Agus Tri Haryanto - detikInet
Ilustrasi seseorang memotret logo Huawei. Foto: Reuters Ilustrasi seseorang memotret logo Huawei. Foto: Reuters
Jakarta - Huawei tengah dapat serangan bertubi-tubi usai masuk ke "daftar hitam" pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Huawei pun "dijauhi" sejumlah perusahaan negeri Paman Sam. Huawei tampak terpojok, tapi ditegaskan takkan mati.

Begitulah pernyataan tegas yang diucapkan oleh pendiri Huawei Ren Zhengfei dalam sebuah kesempatan wawancara media lokal. Awalnya Zhengfei tak berbicara tentang Huawei, melainkan dunia pendidikan. Si pewawancara kemudian bertanya mengenai situasi yang dialami perusahaannya kini.




"Poin pertama, kami tidak pernah berpikir akan mati. Kami telah membuat 20.000 'medali emas'. Prasasti di atas ini menandakan Huawei tidak mati," ujar Zhengfei sebagaimana dikutip dari Gizchina, Selasa (28/5/2019).

"Kami tidak berpikir akan mati sama sekali, mengapa terus-terusan membahas kematian? ... Kami akan menyelesaikan masalah kami. Kemenangan akan menjadi milik kami," kata Zhengfei melanjutkan.

Pria berumur 74 tahun ini kemudian menjelaskan lebih jauh alasan dirinya sedemikian peduli dengan pendidikan ketimbang persoalan yang saat ini dihadapi oleh Huawei.




"Saya peduli tentang pendidikan karena ini bukan hanya tentang Huawei, melainkan juga tentang negara kami. Jika kita tidak memperhatikan pendidikan, kita akan benar-benar kembali ke kemiskinan," ucapnya.

"Karena masyarakat pada akhirnya akan menuju era kecerdasan buatan di masa depan... Akan ada ratusan ribu jalur produksi yang sepenuhnya berjalan otomatis. Karena itu, kualitas budaya masyarakat kita perlu ditingkatkan," pungkas dia.


(agt/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed