Sabtu, 04 Mei 2019 22:02 WIB

Menyoal Kekuasaan Absolut Zuckerberg di Facebook

Fino Yurio Kristo - detikInet
Mark Zuckerberg. Foto: Reuters Mark Zuckerberg. Foto: Reuters
San Francisco - Mark Zuckerberg bisa dibilang berkuasa penuh di Facebook. Ia adalah pendiri, CEO, chairman dan pemegang saham mayoritas di Facebook. Kekuasaannya itu mulai sering dipersoalkan terkait berbagai skandal yang menerpa Facebook, walau posisinya memang sukar didongkel.

"Saya tahu kami tidak memiliki reputasi terkuat dalam hal privasi saat ini," sebut Zuck menyadari kritik pada perusahaannya, dikutip detikINET dari BBC.

Semenjak skandal kebocoran data Cambridge Analytica, Facebook dan Zuck memang terus jadi sorotan. Malah, mulai dipertanyakan apakah dia masih bisa secara efektif menjalankan semua peran penting tersebut.



Masalah terbaru, lembaga Federal Trade Commission kabarnya akan mendenda Facebook dalam jumlah besar, senilai USD 3 miliar. "Saya pikir, Facebook secara konsisten dan agresif melanggar privasi konsumen," kata Ashkan Soltani, mantan pejabat FTC.

Dia merasa Facebook menghalalkan segala cara untuk tumbuh. Semua persoalan itu juga membuat sebagian investor merasa gerah dengan kepemimpinan Zuck. Ada yang mengusulkan Zuck tidak lagi menjabat posisi chairman.

Sebuah grup investor mendorong Zuck digantikan oleh chairman independen. Namun demikian, usulan itu hampir tidak mungkin terpenuhi karena Zuck memegang mayoritas kekuatan voting.

Jonas Kron dari Trillium Asset Management yang memprakarsai permintaan itu menyatakan tujuan pihaknya hanyalah agar Zuck berpikir tentang perannya. "Saya pikir seharusnya dia serius berpikir untuk lengser," kata Kron.

"Dia punya contoh Larry Page di Alphabet dan Bill Gates di Microsoft tentang seperti apa seorang pendiri tidak duduk di posisi Chairman," tambah dia.



"Saya sadar itu bukan langkah mudah, namun penting untuk keuntungan dirinya, untuk pemegang saham, untuk karyawan dan pada user serta komunitas di seluruh dunia yang tiap hari memakai Facebook," pungkasnya.

Facebook menanggapi dengan menyatakan struktur perusahaan saat ini adalah yang terbaik. "Kami percaya struktur direksi saat ini adalah yang terbaik buat pemegang saham. Maka, dewan direksi merekomendasikan untuk menentang proposal itu," (fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed