Hadirkan Billing Integrator
Oracle Bidik Industri Telekomunikasi
- detikInet
Jakarta -
Sektor telekomunikasi di Indonesia, tak bisa dipungkiri lagi, telah berkembang pesat. Bahkan kini Indonesia mulai bersiap-siap memasuki era telekomunikasi seluler generasi ketiga (3G). Seiring dengan perkembangan yang pesat itu, perusahaan teknologi Oracle pun membidik industri ini dengan aplikasi bisnis anyar. "Industri telekomunikasi Indonesia sedang pesat-pesatnya tumbuh. Pasar telekomunikasi Indonesia adalah salah satu yang paling kuat di Asia Pasifik," papar Adi J. Rusli, Managing Director Oracle Indonesia, kepada detikinet Senin (12/9/2005), di Chatter Box, Plaza Senayan, Jakarta.Hal itu, diakui Adi, membuat persaingan antar operator makin ketat. "Fokus mereka kini lebih kepada pelayanan. Sedangkan peran Oracle di sini adalah sebagai penyedia aplikasi bisnis agar pelayanan ke pelanggan operator-operator tersebut efisien," ujarnya. Pada kesempatan yang sama, Oracle pun mengumumkan peluncuran produk aplikasi bisnis terbarunya yakni 'Oracle Telecommunication Billing Integrator'.Aplikasi ini memungkinkan perusahaan penyedia jasa komunikasi mengintegrasikan aplikasi Oracle Customer Relationship Management (CRM) dengan sistim billing yang dibuat pihak ketiga. Misalnya yang dibuat oleh Intec dan CSG System.Jadi, dengan aplikasi ini nantinya penyedia jasa komunikasi bisa tahu berapa besar pemakaian seorang pengguna pada akhir bulan dan pola pemakaiannya. Jika sebelumnya CRM dan billing dikelola terpisah, sekarang dengan aplikasi ini Oracle mengatakan semua jadi terintegrasi. Dengan solusi seperti itu, sistim jadi bisa memberi masukan untuk menemukan ragam layanan yang tepat, yang sesuai dengan pola pemakaian pengguna.Oracle mengatakan, saat ini solusi mereka telah dipakai di lebih dari 800 pelanggan industri komunikasi di dunia. Meliputi 17 dari 20 perusahaan penyedia jasa komunikasi terbesar di dunia, 16 dari 20 operator mobile terbesar di Asia Pasifik dan 9 dari 10 operator telepon tetap Asia Pasifik.Untuk sektor communication, media, and utility (CMU), Oracle Asia Pasifik untuk tahun fiskal 2005 tumbuh sebesar 93 persen dalam hal aplikasi serta 29 persen dalam sektor teknologi. Angka ini dibandingkan pada persentase perolehan pada tahun fiskal 2004.
(wicak/)