Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
HP Paparkan Strategi Raih UKM

HP Paparkan Strategi Raih UKM


- detikInet

Jakarta - Hampir semua vendor teknologi punya 'mata' untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Ini termasuk Hewlett-Packard (HP) yang sudah menyiapkan empat strategi guna meraup untung dari sektor tersebut. Apa saja strategi mereka?Menurut analis senior IDC, Mele Sandler, tidak ada satu solusi teknologi informasi yang bisa memenuhi semua kebutuhan UKM. "Mereka (UKM-red) sangat beragam, tingkat penggunaan Internet mereka pun beragam, bukan hanya antar perusahaan tapi juga antar industri," papar Sandler dalam studi IDC tentang UKM yang terbit September 2005, seperti dikutip detikinet dari situs IDC, Minggu (11/9/2005). Vendor teknologi asal Amerika Serikat, Hewlett-Packard (HP), menyiapkan strategi bertajuk Smart Office yang diklaim bisa memenuhi kebutuhan fundamental UKM. Demikian diungkapkan Cynthia Defjan dari Small and Medium Business Segment, Consumer Solutions Group, HP Indonesia, dalam journalist workshop di Nusa Dua, Bali, 8-10 September 2005. Menurut Cynthia, HP menyiapkan tenaga ahli lokal, produk dan layanan, serta kemudahan untuk implementasi teknologi informasi (TI) di UKM. Strategi yang digunakan terangkum dalam empat 'tema', yaitu Security, Mobility, Enhanced Communications, dan Business Protection.Tiga 'tema' (Security, Mobility dan Enhanced Communications) telah diusung HP sejak Oktober 2004. Kini, ujar Cynthia, HP menambahkan 'tema' Business Protection. Business Protection mencakup jaminan tetap berjalannya bisnis dalam kondisi apapun. Ini misalnya dilakukan dengan membuat sebuah disaster recovery center untuk mencegah gangguan bisnis akibat bencana alam. UKM, ujar Cynthia, masih 'sibuk' dengan 'krisis' yang terjadi pada saat tertentu dan bukan merencanakan perlindungan bisnis jangka panjang. Selain itu, lanjutnya, UKM tidak yakin akan ada solusi yang cocok bagi mereka. Sedangkan di sisi HP, terdapat tiga area perlindungan bisnis bagi UKM. Area tersebut adalah Data Protection, Security Protection dan Business-Critical Availability. Dalam hal ini HP menyarankan perlindungan data berbasis tape (pita-red) sebagai solusi yang cocok bagi UKM. "Solusi berbasis pita menyediakan kehandalan dalam harga yang terjangkau," ujar Cynthia. Pita, lanjut Cynthia, bisa mencapai kapasitas 800 gigabyte dalam sebuah perangkat berukuran relatif kecil. Pita juga diklaim bisa bertahan hingga 10-15 tahun. Tape backup, diakui Cynthia, memang bukan tipe backup data yang cepat. Waktu recovery dari pita bisa memakan waktu berjam-jam bahkan berhari-hari, tergantung ukuran backup. "Namun jenis perlindungan yang ditawarkan solusi ini cukup banyak dan beragam," ia menambahkan. (wicak/)





Hide Ads