Rabu, 02 Jan 2019 06:07 WIB

Pemblokiran Huawei Bisa Bikin Runyam, Kenapa?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Foto: ABC Australia
Jakarta - Huawei terus ditekan oleh Amerika Serikat dan sekutunya, karena dianggap rentan jadi alat pemerintah China melakukan penyadapan. Akan tetapi kampanye melawan Huawei ujung-ujungnya malah bisa membuat mereka menghadapi masalah pelik.

Kenapa? Khususnya dalam teknologi jaringan 5G, Huawei memang dianggap terdepan dibandingkan rival seperti Ericsson atau Nokia.



AS tidak memproduksi perangkat telekomunikasi 5G yang kompetitif. Nokia dan Ericsson sukar menandingi kecepatan Huawei. Sedangkan Samsung, meski berinvestasi besar, terhitung terlambat masuk di bisnis 5G.

Dikutip detikINET dari Asia Times, berkat subsidi besar pemerintah China, Huawei juga mampu menawarkan perangkat dan layanan telekomunikasi lebih murah dari kompetitor.

"Eksekutif di salah satu operator besar Inggris mengatakan Huawei bisa menyediakan produk hampir setahun sebelum Nokia dan Ericsson serta menawarkan hardware dengan teknologi sebanding," demikian laporan Wall Street Journal.

"Mereka mengatakan pada pejabat Inggris, yang berencana memutuskan apakah akan melarang perangkat Huawei dari negara itu, bahwa blacklist Huawei bisa menunda peluncuran 5G di Inggris sampai 9 bulan," tambah Wall Street Journal.


Adapun Ericsson dan Nokia tak dapat begitu saja mengeruk keuntungan dari pemblokiran Huawei. Mereka bisa saja juga diblokir oleh China. Makin runyam karena cukup banyak pegawai Ericsson dan Nokia berbasis di China.

Australia dan Selandia Baru telah memutuskan melarang Huawei memasok perangkat 5G, membuat operator harus memilih alternatif yang lebih mahal. Sedangkan pemerintah Inggris, Prancis dan Jerman belum mengeluarkan kebijakannya terkait Huawei.



Simak juga video 'Langkah Huawei Bangun Citra Ponsel Kelas Premium di Pasar Tanah Air':

[Gambas:Video 20detik]

(fyk/afr)