Intel Hadirkan Pusat Disain di Negara Berkembang
- detikInet
Jakarta -
Intel sedianya akan membuka pusat disain software, komputer dan komponen di empat negara berkembang. Pusat disain inilah yang nantinya melakukan riset kebutuhan dan ekonomi pasar, agar perangkat yang mereka ciptakan sesuai keadaan masyarakat lokal.Keempat lokasi yang dimaksud adalah Bangalore di India, Kairo di Mesir, Sao Paulo di Brazil, dan Shanghai di Cina. Saat ini di Cina dan Brazil, Intel telah merilis software yang mempermudah pengusaha warnet setempat untuk mengelola personal computer (PC) di warnet mereka.Sedangkan di India, Intel tengah mengembangkan PC yang tahan debu dan bisa dijalankan dengan baterai mobil.Untuk lebih fokus pada segmen pasar yang khusus, maka bulan Januari lalu Intel membentuk Channel Group, salah satu divisi Intel yang khusus mengembangkan produk-produk untuk memenuhi pasar lokal di seluruh dunia. Divisi ini merupakan yang pertama kali dan satu-satunya yang bermarkas di luar Amerika Serikat, yakni di Shanghai."Lebih dari 70 persen pendapatan kami berasal dari luar Amerika Serika (AS). Meski beberapa dikirim kembali ke Amerika, tingkat konsumsi di AS tetap meningkat," papar Bill Siu, Vice President dan General Manager Channel Platform Group, seperti dilansir CNET News yang dikutip detikinet Senin (1/8/2005).Kendatipun Intel tidak pernah menjual PC dengan namanya sendiri, peran Intel dalam disain komputer dan komponen makin besar. Rencananya, di pusat disain nanti Intel akan mengembangkan cetak biru dan protipe sebuah sub-sistim lengkap dengan software yang terintegrasi.Selanjutnya disain dan konsep yang dikembangkan di pusat disain ini, diizinkan untuk disebarluaskan ke para manufaktur yang mengembangkan sistim mereka sendiri, berdasarkan komponen-komponen Intel.Ambil contoh, pembuat komputer Cina akan memasarkan komputer rumahan di Cina yang didisain oleh Intel. Termasuk di dalamnya software untuk latihan karakter huruf mandarin dan 'partisi'. Partisi ini berguna untuk menghalangi anak-anak agar tidak masuk ke situs-situs 'dewasa' dunia maya.Meski sudah tersegmen untuk negara tertentu, tidak berarti ide yang dikembangkan ini tidak bisa dipakai di negara lain. Jika memang relevan, migrasi disain dan konsep ini mungkin saja dipakai di wilayah lain.Dalam beberapa tahun terakhir, pasar negara berkembang memang sudah menjadi sasaran Intel untuk program terkait. Amerika Latin, Rusia dan India adalah tiga diantara banyak negara yang pertumbuhan pasar teknologinya tercepat sedunia.Bisa jadi ini disebabkan karena perangkat teknologi memang bisa dibilang jarang di negara-negara tersebut. Di India saja, hanya ada sekitar 14 PC untuk setiap 1000 penduduk. Lebih miris lagi, rata-rata pendapatan per kapitanya juga jauh lebih rendah dari Amerika Latin dan Rusia. Maka dari itu, Intel menitikberatkan strateginya pada pengurangan biaya produksi khusus untuk negara-negara berkembang.Beberapa tahun belakangan, Intel bahkan telah mencari-cari cara untuk memproduksi komponen murah lagi terjangkau untuk pasar negara berkembang. Namun raksasa chipset ini kemudian menyimpulkan, perlu lebih dari sekadar komponen murah untuk menarik perhatian 5 juta konsumen di masa yang akan datang.Hingga saat ini Intel tengah berusaha menggaet ahli antropologi dan demografi untuk membantu Intel dalam memahami pola pemakaian dan permintaan lokal.
(ien/)