Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Di Arena Server
Microsoft dan Unix Head to Head
Di Arena Server

Microsoft dan Unix Head to Head


- detikInet

Jakarta - Untuk pertama kalinya, penjualan server berbasis Microsoft Windows menduduki posisi yang sama dengan server Unix. Posisi Unix akan segera digoyang?Hal itu terungkap dalam survei global IDC pada kwartal pertama 2005. IDC menghitung pendapatan yang dihasilkan Microsoft Windows Server mencapai US$ 4,2 Miliar (Rp 40,1 triliun). Meningkat sebesar 12 persen dari tahun sebelumnya. Di sisi lain, server Unix juga mengalami hal serupa. Meski hasil yang diraih sama dengan Microsoft, IDC mengatakan pertambahan pendapatan Unix hanya meningkat tiga persen. Hasil tersebut membuat Microsoft dan Unix masing-masing menguasai pasar server sebesar 35 persen. "Pendapatan yang imbang pada kwartal ini menunjukkan meningkatnya daya tarik server Windows untuk pasar perusahaan besar," kata Jean Bozman, analis IDC seperti dilansir dari situs theregister oleh detikinet Rabu (1/6/2005).Bozman mengakui bahwa baik Windows maupun Unix memiliki perbendaharaan aplikasi pihak ketiga yang kaya. Namun menurutnya Unix biasanya lebih beruntung di pasar kelas menengah dan kelas atas. Selain Unix dan Microsoft, server Linux kembali menunjukkan pertumbuhan penjualan yang sangat pesat sebesar 35,2 persen. Penjualannya terhitung US $1,2 miliar (Rp 11,4 trilyun). Pada kwartal ini, server Linux berhasil meraih 10 persen dari total penjualan. Server IdamanIDC mencatat penjualan server meningkat 5 persen dari tahun lalu, menjadi US$ 12,1 miliar (Rp 115,4 trilyun). Di balik prestasi yang diraih server Windows, server jenis Blade tetap menjadi server idaman dengan pendapatan yang meningkat tiap tahunnya sebesar 106 persen. Server Blade membukukan angka penjualan total US $409 juta (Rp 3,9 trilyun). Sedangkan dari sisi vendor, IBM meraih penjualan sebesar 39 persen dari total penjualan. HP menyusul dengan pangsa 35 persen. "Memang, pasar tidak tumbuh secepat yang terjadi di tahun 2004, namun pengeluaran untuk TI pada kwartal pertama tetap besar. Ini disebabkan konsumen tetap berinvestasi untuk infrastruktur baru," kata Matt Eastwood, salah seorang analis dari IDC. "Meskipun komputasi bertingkat terus menarik minat pelanggan, meningkatnya pembelanjaan untuk enterprise system skala menengah menunjukkan masih diminatinya server bentuk lain. Terutama untuk aplikasi berukuran besar dan konsolidasi," papar Eastwood. (wicak/)







Hide Ads
LIVE