Ingin Pacu Produksi
Astra Gunakan Server Berbasis Itanium
- detikInet
Jakarta -
Astra Motor gunakan server HP Integrity yang berprosesor Itanium 2. Diharapkan hal itu bisa meningkatkan kapasitas produksi mobil per bulan. Elisa Lumbantoruan, Presiden Direktur Hewlett Packard Indonesia mengatakan setiap perusahaan harus melakukan sinkronisasi usahanya dengan Teknologi Informasi (TI). Hal tersebut dimaksud untuk menghadapi tantangan usaha yang membutuhkan kinerja tinggi.Seperti yang dikatakan Elisa, perusahaan besar membutuhkan infrastruktur dengan biaya yang efisien, berkinerja tinggi, dan tidak hanya terpaku pada satu sistem operasi. Secara spesifik, hal itu disampaikannya kepada perusahaan Astra Motor. Dalam berita pers yang dikirimkan pada detikinet Selasa (14/6/2005), Hewlett Packard Indonesia bersama Intel Indonesia menyediakan teknologi untuk Astra Motor III untuk meningkatkan kinerja produsen mobil tersebut. Pacu ProduksiAstra Motor III, yang merupakan anak perusahaan Astra International, menargetkan peningkatan kapasitas produksi 10.000 unit mobil rakitan per bulan dari 2.000 unit sebelumnya. Peningkatan lima kali lipat itu diharapkan terjadi karena penggunaan Server HP dengan Prosesor Intel Itanium 2."Pabrik produksi kami membutuhkan server yang bisa diandalkan untuk menjalankan aplikasi yang kritis," kata Rudy Taurany, Chief Information Officer ASMO III. Menurutnya, usaha tersebut untuk mempertahankan kualitas layanan sekaligus menangani beban kerja akibat meningkatnya permintaan akan model mobil baru. Astra Motor III bermitra dengan produsen mobil antara lain BMW, Peugeot, Daihatsu, Isuzu dan Nissan Diesel.Implementasi server HP Integrity rx 4640 dan prosesor Itanium 2 diklaim memungkinkan ASMO III mencapai pengurangan Total Cost Ownership (TCO) sebesar 65 persen dibanding sistem sebelumnya yang menggunakan Alpha 64-bit. Budi Wahyu Jati, Country Manager Intel Indonesia mengklaim adanya peningkatan kinerja 20 persen pada server HP dengan prosesor Intel Itanium 2 1,6 GHz dibanding prosesor Intel Itanium 2 sebelumnya. "Sedangkan bila dibandingkan dengan prosesor merek lain yang setara, ada peningkatan kinerja dan harga sebesar 40 persen," kata Budi berpromosi.
(donnybu/)