Termasuk Intel, SAP, Red Hat
Vendor Ternama Ongkosi 'Bebek Hitam'
- detikInet
Jakarta -
Beberapa perusahaan teknologi ternama kucurkan dana bagi pembuat software Black Duck. Perusahaan itu termasuk Intel, SAP dan Red Hat. Apa yang menarik dari 'si bebek hitam'?Black Duck menjual aplikasi yang bisa membantu perusahaan mengidentifikasi dan mengelola lisensi piranti lunak. Dalam penggalangan dana tahap kedua, perusahaan asal Amerika Serikat (AS) itu telah mengumpulkan investasi senilai US$ 12 juta (sekitar Rp 115 miliar). Dana itu akan digunakan untuk meningkatkan aktivitas penjualan, pemasaran dan pengembangan produk. Perusahaan itu berharap akan meraih untung dari tingginya permintaan untuk otomatisasi proses uji kesesuaian lisensi Open Source. "Black Duck diuntungkan oleh 'badai' tren yang terjadi di pasar teknologi," Douglas A. Levin, chief executive Black Duck menerangkan kepada TechWeb yang dikutip detikinet, Kamis (9/6/2005). 'Badai' yang dimaksud Levin adalah semakin banyaknya penggunaan piranti lunak Open Source, jasa outsourcing dan off-shoring, perubahan peraturan pemerintah, maraknya akuisisi, serta semakin ketatnya uji kelayakan soal lisensi. Hal-hal itu 'memaksa' perusahaan untuk lebih memperhatikan aset-aset kekayaan intelektual yang berhubungan dengan software.Rupanya pernyataan Levin tersebut dipercayai oleh banyak perusahaan besar, termasuk beberapa vendor teknologi. Turut tercatat sebagai investor adalah pembuat software asal Jerman SAP AG, distributor Linux Red Hat Inc dan pembuat mikroprosesor Intel Corp.Bahkan Intel telah melangkah lebih jauh. Produsen chip itu telah menandatangani perjanjian kerjasama teknis dan pemasaran untuk membantu Black Duck mengoptimalkan software mereka pada server berbasis Intel Xeon 64-bit. Pada Juli tahun 2004 lalu, Black Duck meraih US$ 5 juta (Rp 48 miliar) dalam penggalangan modal tahap pertama. Untuk tahap kedua, pendanaan sebagian besar berasal dari penanam modal ventura Fidelity Ventures.
(andri/)