Pertanyaan itu coba disodorkan kepada CEO dan Co-founder Go-Jek Nadiem Makarim. Jawabannya seolah tidak menampik, tapi juga tak mengiyakan.
"Kemungkinan pasti ada. Tapi saat ini belum bisa berkomentar," kata Nadiem saat ditemui usai acara peluncuran Go-Bills di markas utama Go-Jek di Jakarta, Rabu (22/11/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Fokus kami di sini, karena kami tinggal di Indonesia," ujar pria lulusan Harvard Business School itu.
Seperti diketahui, Go-Jek masih menjadi pemain utama layanan ride sharing di Indonesia. Hingga saat ini, sudah lebih dari 50 juta kali aplikasinya diunduh oleh pengguna.
Layanan Go-Jek sendiri hadir di 50 kota. Total saat ini mereka telah memiliki 600 ribu mitra driver yang tersebar di seluruh Indonesia. (rns/rou)