Jumat, 27 Okt 2017 12:35 WIB

Grab Tunjuk Theo Jadi Bos Teknologi

Agus Tri Haryanto - detikInet
Theo Vassilakis. Foto: Grab Theo Vassilakis. Foto: Grab
Jakarta - Grab mengumumkan penunjukan Theo Vassilakis sebagai Chief Technology Officer (CTO). Penunjukan Theo ini seiring dengan ekspansi besar-besaran perusahaan terkait pusat riset dan pengembangan (R&D) secara global.

Theo akan bertanggungjawab menentukan arah bagi divisi teknologi Grab, seiring penyedia layanan transportansi online ini mengembangkan platform O2O di Asia Tenggara.

Diketahui, investasi Grab pada kemampuan deep learning dan data engineering saat ini telah memungkinkan layanan platform yang dapat mengimbangi pertumbuhannya. Sepanjang 2017, Grab telah menghadirkan berbagai layanan, mulai dari GrabNow, GrabShuttle, dan JustGrab guna membentuk jaringan transportasi on-demand di Singapura dan Asia Tenggara.

Sejak awal tahun ini, Grab menggandakan jumlah pusat R&D yang semula ada tiga menjadi enam dengan kehadiran di Bangalore (India), Ho Chi Minh City (Vietnam), dan Jakarta (Indonesia). Grab berjanji menyediakan hampir 1.000 lapangan pekerjaan di bidang pusat riset di enam R&D tersebut pada akhir 2018.

Anthony Tan, Group CEO dan Co-founder Grab mengatakan rekam jejak Theo sebagai pemimpin di bidang engineering, wiraswasta, dan pengajar di berbagai perusahaan teknologi memberikan nilai tambah untuk tim eksekutif perusahaan.

"Kami senang karena keahlian Theo yang mendalam di bidang scaling machine learning dan engineering systems akan menyokong platform layanan kami yang setiap harinya menghasilkan data sebesar 10 terabytes dan terus bertambah," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/10/2017).

Anthony mengklaim bahwa bergabungnya Theo pada waktu yang tepat, di mana Grab saat ini tengah mencoba untuk memimpin industri transportasi on-demand dan memperluas jangkauan layanan e-Money kepunyaan Grab, yaitu GrabPay.

"Sebagai CTO Grab, Theo akan bertanggung jawab atas platform transportasi dan pembayaran Grab, memimpin pertumbuhan layanan-layanan kami, dan mendukung pengembangan lanjut kemampuan kami di bidang machine learning, artificial intelligence, data science, dan infrastructure scaling," tambah Anthony.

Sebelum bergabung dengan Grab, Theo memegang posisi senior di berbagai perusahaan teknologi global. Selain itu, ia juga menjabat sebagai Partner, Architect dan Dev Manager Azure di Microsoft dan Principal Engineer dan Engineering Director di Google.

Theo juga menjabat sebagai Founder dan CEO Metanautix, perusahaan produk big data analytics yang diakuisisi oleh Microsoft. Theo memperoleh gelar sarjana dari Stanford University dan Ph.D dari Brown University, keduanya di jurusan Matematika.

"Asia Tenggara merupakan kawasan yang sangat potensial. Banyak sekali peluang untuk mempermudah hidup ratusan juta orang dengan mengembangkan produk serta layanan yang memberikan kemudahan dan peluang pendapatan. Saya sangat bersemangat untuk segera berkolaborasi dengan Anthony dan Grab untuk memperluas skalabilitas, ketahanan, dan machine-learning capability platform kami saat kami bergerak maju menuju tujuan tersebut," tutur Theo. (fyk/fyk)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed