Kamis, 08 Jun 2017 08:18 WIB

Cara Sharp Hadapi Agresifnya Ponsel China

Adi Fida Rahman - detikInet
Ilustrasi. Foto: E Weekly Ilustrasi. Foto: E Weekly
Jakarta - Vendor asal China melakukan upaya yang cukup agresif demi menguasai pasar ponsel di Indonesia. Sadar akan hal itu, Sharp siapkan strategi agar tak kalah bersaing.

Global CEO Sharp Mobile Zhongsheng Luo mengatakan nama besar perusahaannya bisa menjadi senjata dalam menaklukan pasar ponsel di Tanah Air. Sebab hampir seluruh masyarakat Indonesia mengetahui merek Sharp.
Saksikan video 20detik tentang wawancara dengan Global CEO Sharp di sini:


Tapi hal itu tidaklah cukup. Karena salah satu kunci kesuksesan perlu didukung ketersediaan perangkat yang berkualitas. Nah, Sharp merasa produknya memenuhi hal tersebut. Alhasil mereka sudah mulai bergerilya di medan pertemuran.

"Untuk bisa bersaing, produk harus bagus. Produk Sharp tidak perlu diragukan lagi. Kami punya keunggulan di desain, spesifikasi dan kualitas jaminan mutu," kata Luo saat berbincang dengan sejumlah media di Jakarta.

Cara Sharp Hadapi Agresifnya Ponsel ChinaGlobal CEO Sharp Mobile Zhongsheng Luo. Foto: detikINET/Adi Fida Rahman
Tapi amunisi Sharp tidak itu saja. Mereka mengaku punya teknologi yang mutahir di setiap jajaran ponselnya.

Luo kemudian mencontohkan ponsel bezel-less yang dibesut 2013 silam. Saat itu belum ada vendor yang mengusung hal tersebut, tapi kini jadi tren.

"Sampai akhir tahun ini akan banyak ponsel bezel-less yang dirilis di pasaran, termasuk Sharp. Tapi kami tidak takut, karena kami punya teknologinya," jelas berkacamata itu.

Agar maksimal, pihak Sharp Mobile pun membentuk tim yang kuat. Sehingga dapat mendukung keunggulan dari produk yang ditawarkan.

"Karena itu akan sangat berpengaruh pada pemasaran," kata Sukaca Purwokardjono Country Director Foxconn Indonesia saat ditemui di tempat yang sama. Sebagai infomasi, Sharp sendri merupakan bagian dari Foxconn setelah diakusisi pada Maret tahun 2016 lalu senilai Rp 46,5 triliun.

Ketika ditanyakan apakah akan merekrut public figure untuk dijadikan brand ambassador seperti dilakukan oleh vendor-vendor ponsel asal Negeri Tiongkok? Sukaca mengaku belum ada rencana ke arah sana, pihaknya bersama Sharp menyebut punya strategi lain.

"Tak ada rencana untuk itu. Strategi kami ambil dari perspektif lain. Kami akan invest untuk memperkuat brand," katanya.

Sebagai pendatang baru, Sharp juga tidak memasang target muluk-muluk. Untuk tiga tahun ke depan, produsen asal Jepang ini berharap bisa meraih 10% pangsa pasar ponsel di Indonesia.

"Ini masih awal. Tiga tahun ke depan setidaknya dapat 10%," pungkas mantan petinggi Smartfren itu.

(afr/yud)