Pertama, Grab memang belakangan memandang serius pasar Indonesia yang populasinya lebih dari 250 juta. Belum lama ini, mereka berencana mengalokasikan dana senilai USD 700 juta atau sekitar Rp 9,3 triliun untuk investasi di Indonesia, antara lain untuk membangun pusat riset.
Maka, mempunyai sistem pembayaran yang sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia sepertinya menjadi ambisi Grab. Di mana ternyata ada kendala masih banyak warga di sini yang belum memiliki rekening bank dan sebagainya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah, Kudo sepertinya adalah perusahaan pembayaran online yang sesuai dengan keinginan Grab. Selain memang fokus pada Indonesia, Kudo memungkinkan mereka yang tidak memiliki kartu kredit, rekening bank atau akses internet bisa melakukan transaksi online.
Caranya, konsumen bisa melakukan pembayaran ke agen Kudo. Startup ini memang cukup sukses, di mana beberapa waktu lalu dikabarkan menerima pendanaan besar dari investasi yang dipimpin grup Emtek.
Grab sendiri pada 2016 lalu bekerja sama dengan Lippo Group untuk meluncurkan sebuah platform pembayaran mobile. Dalam kerja sama tersebut, konsumen bisa menggunakan aplikasi Grab untuk melakukan pembayaran di jaringan toko ritel milik Lippo. (fyk/fyk)