"Kami tidak menutup kantor di Yogyakarta, tetapi mengintegrasikan dan mengkonsolidasikan pusat pengembangan dan engineering Go-Jek di Indonesia ke Jakarta," kata manajemen Go-Jek dalam keterangannya kepada detikINET, Rabu (21/12/2016).
Manajemen Go-Jek kemudian memberikan kesempatan kepada setiap karyawannya di Yogyakarta untuk pindah ke Jakarta. Dengan begitu, Go-Jek yakin konsolidasi, interaksi dan proses belajar tim engineering akan semakin kuat dan baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, pihak Go-Jek tidak menginformasikan berapa banyak programer yang akan pindah ke Jakarta dan berapa orang yang memilih tinggal di Yogyakarta. Demikian pula akan difungskikan sebagai apa markas GTV yang berada di di Jalan Tajem, Sleman.
Foto: Go-Jek |
Sebelumnya diberitakan Go-Jek menutup markas programernya di Kota Gudeg. Ini menjadi imbas pembukaan kantor di India.
Info yang didapat, Go-Jek menutup GTV pekan lalu. Penutupan markas engineer Go-Jek di Kota Gudeg itu tak lain lantaran dibukanya kantor di Bengaluru, India.
Dengan penutupan GTV, para programer akan diboyong ke Ibu Kota seluruhnya. Mereka kemudian akan berkantor di pusat programer di Jakarta atau ditugaskan ke India.
"Tapi banyak yang memutuskan untuk cabut dan stay di Jogja. Mereka tidak mau ke Jakarta, atau bahkan dipindahkan ke India," ungkap sumber detikINET, Rabu (21/12/2016).
Untuk diketahui, GTV berdiri September 2015 dan berlokasi di Jalan Tajem, Sleman. Kehadiran markas engineer di Kota Pelajar itu merupakan ide spontan Alamanda Shantika Santoso yang kala itu masih menyandang sebagai Vice President of Technology Product Go-Jek .
Ia melihat potensi Yogyakarta cukup besar, lantas terbesit keinginan untuk membuat pusat engineer di sana.
Markas engineer Go-Jek di Yogyakarta ini dibuat dengan atmosfer yang berbeda. Jika di Jakarta mengusung konsep modern minimalis, GTV kental akan desain khas Jawa. Terdapat rumah joglo, ruang pendopo dan kolam renang.
Pada awalnya, GTV diisi oleh 11 orang. Dalam tempo enam bulan sejak berdiri, jumlahnya meningkat hingga lebih dari 70 engineer. (afr/rou)
Foto: Go-Jek