Jika hal itu ditanyakan kepada Hiroshi Kurihara, President and Representatif Director Fuji Xerox, maka jawaban yang bakal muncul adalah tidak! "Orang masih akan memakai kertas dalam proses bisnis" tegasnya saat berbincang dengan beberapa media di kantor pusat Fuji Xerox di Tokyo, Jepang (29/11/2016).
Kurihara tentu tak asal mengelak. Ia beralasan, era digital yang kini tengah menjamur seluruh dunia tak lantas serta merta menganaktirikan penggunaan kertas ataupun printer. Justru sebaliknya, printer digital dan kertas dapat bersinergi dengan apik dalam perubahan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun diakui jika printer ataupun perangkat multifungsi lainnya juga harus berbenah soal inovasi, tak hanya cukup puas dengan teknologi yang sekarang ada. Industri dipaksa untuk tetap inovatif dan kreatif untuk dapat lebih mengambil peran dalam menunjang proses bisnis pelanggan.
Sampai akhirnya dapat memberikan layanan nilai tambah kepada pelanggan. Dimana salah tujuan Fuji Xerox adalah, penggunaan printer digital bisa menciptakan model bisnis baru ataupun memperkuat proses bisnis pelanggan.
"Bahkan industri printing juga sudah bisa dikaitkan dengan layanan cloud. Termasuk nantinya untuk melakukan analis informasi yang merupakan poin penting dalam era big data. Jadi tinggal klik dokumen dan mengirimkan ke rekan atau menaruhnya di cloud, informasi tersebut bisa langsung dianalisis," sebut Kurihara.
"Data-data tersebut banyak yang masih bisa digali, karena sifatnya masih tidak terstruktur. Tapi dengan solusi analisa bisnis nantinya data yang tidak terstruktur tersebut bisa kita telaah untuk menjadi informasi yang lebih berharga. Jadi bagi industri printing sendiri peluang bisnisnya sangat besar, jadi tidak cuma menjual produk dan jasa," jelasnya.
Senior VP Fuji Xerox Masashi Honda. Foto: detikINET/Ardhi Suryadhi |
"Medium kertas masih dibutuhkan sebagai alat penyampai informasi. Namun benar jika industri printing memang harus bertransformasi. Dan hadirnya teknologi dan gaya hidup baru turut membuat Fuji Xerox mengalami perubahan besar," pungkasnya. (ash/afr)
Senior VP Fuji Xerox Masashi Honda. Foto: detikINET/Ardhi Suryadhi