Selasa, 25 Okt 2016 11:11 WIB

Catatan dari Austin

Dell Incar Bisnis Smart City di Indonesia

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Tian Beng, Senior Vice President & Managing Director Dell EMC South Asia & Korea (Foto: Achmad Rouzni Noor II/detikINET) Tian Beng, Senior Vice President & Managing Director Dell EMC South Asia & Korea (Foto: Achmad Rouzni Noor II/detikINET)
Austin, Texas - Cepat atau lambat, smart city akan terus merambah ke seluruh penjuru kota di Indonesia. Dan di kala itu terjadi, Dell pun tak mau kehilangan momentum untuk ikut menikmati bisnis di dalamnya.

Setelah mengakuisisi EMC senilai USD 67 miliar, Dell di bawah bendera Dell Technologies, juga ikut menyasar segmen bisnis teknologi yang lebih luas.

Selain pasar retail dan enterprise, klien yang jadi sasaran raksasa teknologi itu adalah sektor pemerintahan. Smart city salah satunya lewat teknologi Internet of Things (IoT).

"Kami sudah punya banyak pengalaman mengimplementasikan IoT untuk smart city," kata Tian Beng, Senior Vice President & Managing Director Dell EMC South Asia & Korea saat ditemui detikINET di Austin, Texas, Amerika Serikat.

Beberapa negara yang menjadi contoh sukses implementasi IoT yang diterapkan oleh Dell, menurut Tian Beng, ada di Korea Selatan, Thailand, China dan Australia.

Di Thailand, Dell mengaku sukses membantu pemerintah kota Saensuk menggelar smart city dengan menghadirkan solusi IoT untuk memantau kesehatan para manula.

"Proyek ini membantu pemerintah setempat untuk mengelola sumber dayanya untuk memantau pasien dan mengoptimalkan keperawatan dan layanan kesehatan yang lebih efisien," jelasnya.

Kemudian di Australia, tepatnya di airport Melbourne, Dell memperkuat infrastruktur bandara untuk mendukung terminal penumpang agar bisa swalayan (self-service) dengan beralih ke infrastruktur terkonvergensi.

Sedangkan di China, Dell bekerja sama dengan Fujian University of Technology, menghadirkan smart city untuk sektor transportasi dengan menciptakan platform data besar untuk memberikan gambaran real-time dari penggunaan jalan di propinsi ini.

"Jadi intinya, teknologi yang dimiliki kami bisa disesuaikan dengan kebutuhan tiap kota untuk pengelolaan smart city. Di Indonesia sendiri, coverage kami sudah ada di lebih dari 300 kota," kata Tian Beng.

Berbekal dengan jangkauan luasnya di kota-kota tersebut, Dell bersama para mitranya di Indonesia pun mulai aktif dan gencar mendekati pemerintah kota untuk menjalankan misi bisnis smart city tersebut.

"Kami bekerja sama dengan sejumlah partner. Sudah mulai di Bandung. Dell sendiri sudah punya banyak proyek smart city dan contoh sukses implementasi IoT di negara lain," katanya seraya menyebut contoh di negara-negara yang telah diuraikan tadi.

Diakui oleh Tian Beng, salah satu problematika yang masih menghantui konektivitas smart city di Indonesia adalah faktor ketersediaan bandwidth. Indonesia yang punya ribuan pulau memang jadi tantangan tersendiri.

Namun seiring perkembangan teknologi dan inisiatif pemerintah lewat proyek Palapa Ring, membuka harapan baru. Dell pun tak mau ketinggalan momentum itu.

"Infrastruktur dasar seperti bandwidth dan fiber memang masih jadi masalah utama. Tapi di kota-kota besar, hal itu sudah mulai teratasi. Begitu infrastruktur sudah merata, implementasi IoT dan smart city akan lebih cepat," pungkasnya. (rou/ash)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed