Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Baru 2,6% UKM Lokal yang Melek Cloud

Baru 2,6% UKM Lokal yang Melek Cloud


Muhammad Alif Goenawan - detikInet

Foto: Muhammad Alif Goenawan/detikINET
Jakarta - Pertumbuhan sektor usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia dinilai sangat pesat, terutama dalam beberapa tahun terakhir. Meski demikian, masih sedikit di antara para UKM itu yang memaksimalkan penggunaan teknologi penyimpanan berbasis awan atau cloud.

Di era digital yang serba canggih ini, para UKM di Indonesia nyatanya secara perlahan sudah melek teknologi. Beberapa dari pegiat UKM itu pun lantas memanfaatkan teknologi cloud agar memaksimalkan usahanya.

Sayangnya, pemanfaatan teknologi cloud oleh kalangan UKMΒ  tergolong masih rendah. Mayoritas UKM di Indonesia menggunakan teknologi sebatas untuk keperluan pengolahan website dan media sosial.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal, Microsoft menilai jika teknologi itu bisa lebih bermanfaat jika dipakai lebih dari sekedar website dan media sosial, misalnya mengelola dan menganalisis data yang bisa dilakukan dengan mudah.

"Ketidaktahuan para pelaku usaha akan cloud menjadi alasan utama sulitnya mereka beralih ke teknologi cloud. Pelaku usaha juga cenderung mempertanyakan manfaat menggunakan cloud dan meragukan keamanan data yang tersimpan di cloud karena belum terbiasa dengan teknologi ini," ujar Tony Seno Hartono, National Technology Officer Microsoft Indonesia di kantor Microsoft, Jakarta, Kamis (31/3/2016).

Lebih lanjut Microsoft pun memaparkan data riset yang dilakukan oleh Mars Indonesia kepada 1.781 pelaku UKM nasional. Dari keseluruhan, hanya 2,6% UKM yang telah memahami teknologi cloud.

Hal ini berbanding jauh dengan yang dilakukan oleh perusahaan di Indonesia. Menurut hasil riset VMware, sebanyak 41% perusahaan korporat sudah mengadopsi teknologi cloud, sementara 39%-nya masih berencana menggunakan cloud.

Cloud sendiri dikenal dengan kemampuannya untuk menyimpan data yang bisa diakses di mana saja dan kapan saja. Dengan cloud pengguna bisa mengubah konten data yang tersimpan di dalam cloud secara langsung.

Perubahan bisa langsung dapat diketahuo serta diakses oleh pengguna lain yang juga memiliki akses ke data tersebut. Jadi, tidak perlu bekerja dua kali dengan cara mengirimkan data baru.

Meski terdengar sederhana dan banyak mendatangkan keuntungan. Tony mengatakan jika untuk teknokogi cloud, data center yang mengolah juga sebaiknya harus dilengkapi dengan sertifikasi.

"Paling tidak data center tersebut harus dilengkapi dengan sertifikasi ISO 27001, ISO 27017, dan ISO 27018. Ketiganya menjadi sertifikasi yang paling dasar," terang Tony. (rou/rou)
TAGS





Hide Ads