Hasil kerjasama keduanya akan melahirkan perusahaan yang dinamai Guizhou Huaxintong Semi-Conductor Technology Co., Ltd. Penentuan nama ini sendiri memang terkait dengan nama provinsi yang dijalin dengan Qualcomm, yakni Guizhou.
Fokus perusahaan ini untuk mendesain sekaligus membuat prosesor server yang berbasis ARM. Demi memuluskan rencananya ini, tak tanggung-tanggung Qualcomm sampai menggelontorkan dana sebesar USD 280 juta atau setara dengan Rp 3,8 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di samping itu kerjasamanya ini juga membuka peluang Qualcomm untuk lebih banyak menanamkan investasi di Negeri Tirai Bambu itu ke depannya.
Qualcomm memang sudah sejak bulan Oktober lalu membocorkan soal rencananya membuat prosesor server berbasis ARM. Namun ketika itu produsen chip ini belum mau mengungkap detailnya. Kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Guizhou, China ini dipastikan telah membeberkan informasi yang diperlukan. (yud/ash)