Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Jualan iPhone Turun, Karyawan Foxconn Kehilangan Lemburan

Jualan iPhone Turun, Karyawan Foxconn Kehilangan Lemburan


Yudhianto - detikInet

ilustrasi (ist)
Jakarta -

Sebuah laporan menyebut penjualan iPhone tak sesuai ekspektasi di musim liburan Natal. Alhasil, Foxconn yang merakit ponsel kepunyaan Apple itu disebut mengurangi jatah overtime karyawannya. Artinya karyawan Foxconn terpaksa kehilangan lemburan.

Laporan tersebut dibeberkan oleh Aaron Rakers yang merupakan analis pasar saham Wall Street dari badan riset Stifel Nicolaus. Menurutnya, penjualan iPhone di musim liburan Natal 2015 turun 5%-10% dari prediksi Apple.

Akibatnya, Foxconn terpaksa memangkas produksi ponsel Apple tersebut. Perusahaan manufaktur China ini melakukannya dengan cara memangkas jatah overtime karyawan yang biasa menjadi bagian dalam proses perakitan iPhone. Dengan kata lain, sampai penjualan iPhone kembali moncer karyawan Foxconn bisa pulang β€˜tepat waktu’.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun sebenarnya penurunan ini sudah diperkirakan sebelumnya, karena sejak bulan November lalu penjualan iPhone disebut Rakker sudah mulai tergelincir. Akibat hal ini juga, total penjualan ponsel Apple hingga akhir tahun 2015 diprediksi tak akan meningkat signifikan dari tahun sebelumnya.

Kalau di tahun 2014 lalu Apple bisa menjual sebanyak 74,5 juta unit iPhone, maka tahun 2015, penjualan iPhone diperkirakan hanya akan berada di angka 74,7 juta unit.

Seperti detikINET kutip dari Phone Arena, Rabu (30/12/2015), total penjualan iPhone yang cenderung stagnan disebutkan adalah karena tak ada ubahan yang signifikan di iPhone 6S dibanding generasi sebelumnya iPhone 6.

Berbeda dengan ketika Apple meluncurkan iPhone 6, keputusan perusahaan Cupertino, Amerika Serikat itu melebarkan ukuran Apple jadi 4,7 inch dari yang sebelumnya 4 inch terbukti sukses mendongkrak animo fans Apple ketika itu. Ditambah lagi juga dengan hadirnya varian baru layar lebih lebar, iPhone 6 Plus.

(yud/ash)







Hide Ads