Penyedia solusi enterprise NetApp mengakui kalau dulu lebih spesifik mengincar negara-negara maju sebagai sasaran pasarnya. Namun pasar berubah, kini negara berkembang di Asia juga menyimpan peluang yang sama.
Kalau di Asia Pasifik negara maju yang pernah jadi prioritas NetApp antara lain adalah Jepang dan Australia. Namun seiring kemajuan bisnis saat ini, solusi cloud dan big data serta analisisnya mulai jadi kebutuhan yang umum di negara-negara berkembang Asia, seperti Thailand, Malaysia, dan juga Indonesia.
Tapi menariknya, tingkat-tingkat bisnis yang membutuhkannya justru didominasi oleh usaha kecil dan menengah (UKM). Ini sangat berbeda dengan beberapa waktu sebelumnya di mana kebutuhan akan solusi infrastruktur didominasi oleh perusahaan-perusahaan besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tren ini membuat NetApp tak lagi memilah-milah konsumen berdasarkan negaranya, seperti ketika lebih memprioritaskan Jepang dan Australia, tapi berdasarkan kebutuhan si konsumen.
Contohnya di Thailand, negara yang UKM-nya mirip dengan Malaysia dan Indonesia ini kebutuhan akan solusi manajemen datanya justru lebih tinggi dibanding perusahaan-perusahaan konglomeratnya. Itu karena jumlah UKM yang jauh lebih banyak dari perusahaan-perusahaan besar.
βKami optimis dengan investasi kami, untuk mengincar berbagai segmen pasar (di seluruh Asia Pasifik) mulai dari perusahaan besar, hingga UKM,β imbuh Scurfield.
Namun NetApp tidak akan pukul rata. Maksudnya NetApp akan tetap fokus menawarkan solusi storage dan cloud storage sebagai backup bagi perusahaan besar. Sementara itu untuk UKM, NetApp akan lebih fokus menawarkan solusi storage yang berbasis cloud, yang lebih scalable alias bisa menyesuaikan dengan kebutuhan, dan punya biaya operasional yang rendah.
Geber Mata Uang Lokal Ketimbang Dolar
Strategi lainnya yang dijalankan NetApp untuk menarik minat pelaku industri di Asia Pasifik adalah pemanfaatan mata uang lokal masing-masing negara. Ini dilakukan karena pengaruh nilai tukar dollar yang tinggi sehingga berpangaruh terhadap bisnis NetApp, terutama di segmen bawah.
βKami melihat peningkatan signifikan untuk adapatasi solusi NetApp. Sayangnya, peningkatan ini terganggu akibat dari nilai tukar dolar,β kata Scurfield.
Namun pada awalnya, penggunaan mata uang lokal baru akan dilakukan di beberapa negara saja yang antara lain adalah China, Jepang dan India. Belum ada informasi soal negara lainnya, terutama di wilayah Asia Tenggara.
(yud/fyk)