Resep sukses ini tampaknya sangat melekat pada diri Ihsanudin Fanani. Berawal dari kecintaannya pada fotografi, kini anak muda asal Probolinggo yang sekarang tinggal di Malang ini menikmati sebagai salah satu pedagang besar tas kamera di Bukalapak.com dengan omzet sekitar Rp 150-200 juta per bulan.
βKesuksesan yang saya raih saat ini, semua karena terinspirasi dari hobi saya di dunia fotografi. Waktu itu, saya kesulitan mencari tas kamera produksi lokal yang berkualitas. Yang ada, hanya tas kamera impor dengan harga yang mahal. Kesulitan ini ternyata membawa berkah membuka peluang bisnis yang menggiurkan,β ujarnya berbagi kisah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βDari satu tas kamera hasil produksi sendiri, ternyata teman-teman fotografer banyak yang tertarik. Selain berkualitas, harganya juga terjangkau. Pesanan pun mulai berdatangan,β ujarnya bercerita.
Nah, ketika mulai kebanjiran pesanan, banyak temannya menyarankan untuk mulai menjual secara online. Laki-laki kelahiran 11 April 1991 ini pun mencoba menjual tas kameranya melalui facebook, blog atau media online lainnya.
Respons pasar ternyata sangat positif. Hingga akhirnya, ada seorang teman yang memperkenalkan dengan situs Bukalapak.com, online marketplace yang mewadahi para pelapak dengan berbagai produk yang dijualnya.
Setelah mempelajari secara detil situs tersebut, Ihsanudin pun mulai berjualan di Bukalapak.com pada 25 Desember 2012 dengan nama lapaknya "Tas Kamera Bagus".
βSaya tertarik berjualan di bukalapak.com karena ada jaminan keamanan setiap transaksi, terutama dalam hal pembayaran dimana bukalapak menjadi mediator antara penjual dan pembeli. Sistem ini membuat penjual dan pembeli terhindar dari transaksi jual-beli palsu,β ujarnya.
Dengan moto βBest Quality, Best Price & Best Serviceβ, Ihsanudin pun fokus menjual tas kamera produk lokal dengan kualitas yang mirip dengan merek aslinya. Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau, mulai dari Rp 90 ribu hingga Rp 250 ribu.
βMenekuni bisnis ini selama empat tahun, alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan. Rata-rata penghasilan saya sebesar Rp 40-50 juta per bulan,β ujarnya.
Ihsanudin tak menampik bahwa kesuksesan yang diperolehnya juga atas peranan media jual beli yang sangat efektif dan efisien untuk menjaring pembeli. Banyak pembeli dan calon pembeli mengenal produk tas kamera yang dijualnya melalui bukalapak.
Hingga Maret tahun ini, reputasi akunnya mencapai 298 feedback. Kondisi ini yang mendorong Ihsanudin membuka gudang yang semata-mata ingin memberikan pelayanan terbaik bagi para pembeli dan tentu saja kepuasan pembeli menjadi prioritasnya.
Dia mengklaim semakin peduli untuk menjaga kualitas hasil produksinya, karena itu dia mempekerjakan sekitar 20 orang di gudangnya. Mulai dari bagian memotong, membuat pola dan desain hingga menjahit.
βBagi saya, pelanggan adalah raja. Alasan itu pula, yang membuat saya menjual aksesoris pendukung para pehobi fotografi. Mulai dari jaket, T-shirt hingga strap kamera dan cleaning kit. Total kini ada lebih dari 100 item produk yang saya jual,β ujarnya.
Dengan berbagai capain yang diperolehnya, tak lantas membuat Ihsanudin berpuas diri. Banyak keinginan yang ingin diwujudkan tahun ini.
Mulai dari memasarkan dan mematenkan merek βElevenβ buat tas kamera hasil produksinya yang mulai diperkenalkan sejak pertengahan 2014. Dia juga ingin membuat tas kameranya full color, keluar dari pakem selama ini yang selalu didominasi warna hitam, abu-abu dan coklat.
Founder sekaligus CEO Bukalapak, Achmad Zaky mengapresiasi kerja keras Ihsanudin Fanani membangun bisnis online di situsnya. Dengan usianya yang masih 24 tahun, Ihsanudin adalah salah satu contoh usahawan muda yang telah sukses, sehingga bisa menjadi role model bagi mereka yang ingin mengembangkan bisnis online.
βBukalapak mempunyai komitmen untuk menaikkan kelas UKM di Indonesia dengan memberi wadah kepada UKM untuk berjualan. Karena kami tumbuh dan berkembang bersama UKM-UKM seperti Ihsanudin Fanani dan pelapak-pelapak lainnya,β pungkas Zaky.
(rou/rou)