Fasilitas tersebut sebetulnya berkontribusi cukup besar dalam ekspor Kosta Rika. Penutupan ini kemungkinan terkait dengan lesunya permintaan di industri komputer PC seiring popularitas smartphone dan tablet PC.
"Fasilitas tersebut ditutup dan dikonsolidasikan dengan operasional kami yang lain di seluruh dunia," kata juru bicara Intel, Chuck Mulloy yang detikINET kutip dari Reuters, Rabu (9/4/2014). Intel memang memiliki fasilitas serupa di China, Malaysia dan Vietnam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Januari lalu, Intel memang berencana untuk menurunkan jumlah pekerjanya sebanyak 5% secara bertahap. Saat ini, Intel mempekerjakan total sekitar 107 ribu karyawan di seluruh dunia.
(fyk/fyk)