Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Menanti Ledakan Mobile Cloud

Menanti Ledakan Mobile Cloud


Susetyo Dwi Prihadi - detikInet

Jakarta -

Kehadiran cloud computing akan berdampak besar bagi perkembangan teknologi informasi. Diyakini, akan ada perubahan signifikan nantinya saat komputasi awan ini benar-benar booming.

"Akan ada perubahan pastinya dalam hal seseorang melakukan pekerjaan. Ketika dulu harus terpaku di kantor, kini kerja bisa dilakukan di manapun dan kapapun. Akan ada peralihan dari era PC ke era cloud," tukas Yajnish Malik, Area Vice President Asean Citrix System, saat berbincang dengan detikINET.

Berdasarkan data yang disitat dari Gartner, Malik menambahkan, pada tahun 2014 pengembang aplikasi mobile akan semakin serius menatap ponsel cerdas dan tablet bila dibandingkan untuk komputer desktop. Bahkan rasionya bisa sebesar empat untuk tablet dan smartphone berbanding satu untuk PC.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia juga menambahkan, empat tahun lagi atau tepatnya pada tahun 2016, 50% email akan dipakai melalui tablet dan mobile client. Dan hanya sedikit saja yang menggunakan email pekerjaannya melalui desktop client.

"Consumerization akan memaksa lebih TI berubah cepat selama 10 tahun ke depan daripada tren lainnya," tambahnya.

Menurut Malik juga setidaknya ada lima megatren yang akan dihadapi dunia IT dalam tahun 2014 mendatang. Kelima tren tersebut adalah consumerization, virtualisasi, App-iffication, ketersediaan layanan cloud untuk diri sendiri dan pergeseran mobilitas.

"Konsumen menginginkan virtualisasi dimana game is played. Pergeseran mobilitas juga pasti akan dialami, karena pekerja selalu bisa bekerja dimanapun dan kapanpun. Jadi jangan heran mungkin di masa depan, kantor-kantor akan kosong tidak ada karyawannya," tambahnya sambil berkelekar.

Menghadapi tantangan tersebut, Citrix pun menawarkan solusi apa yang disebut BYOD, yakni Bring Your Own Device. Dijelaskan Guy Bieber, Director of Strategy and Architecture Citrix Labs & CTO Office Citrix System, BYOD memungkinkan pengguna bisa mendapatkan aplikasi pekerjaannya di manapun perangkat yang dipunyainya.

Di desktop atau tablet, bahkan smartphone dengan layar yang kecil sekalipun akan dapat mendapatkan layanan yang sama dengan aplikasi virtualisasi. Data mengikuti terus di manapun dibuka.

"Ini yang disebut tren mobile cloud workstyle. Pegawai akan menjadi lebih teroptimalisasi dalam bekerja. Dari segi dana pun masih bisa lebih ditekan kembali," tambah Bieber.

"Menggunakan aplikasi virtualisasi dari Citrix akan menghemat pengeluaran hingga 20%. Dan mampu meningkatkan produktivitas pekerja," tambahnya.

Soal keamanan pun tak usah khawatir, walaupun masalah keamanan menjadi isu utama di segmen cloud, aplikasi Citrix mampu menjamin data-data yang tersimpan. Termasuk keadaan internet di Indonesia yang masih turun-naik. Pasalnya kebutuhan bandwith untuk membuka aplikasi Citrix memang penting, akan tetapi bukan yang utama. Apalagi virtualisasi dapat dibuka dalam keadaan offline sekalipun.

(ash/ash)




Hide Ads