Secara global pengguna NetApp memang lebih banyak dari kalangan industri yang bergelut di teknologi informasi, seperti Yahoo, Google, Facebook, Intel, hingga Research In Motion (RIM).
Namun di Indonesia, Steven Law sebagai Country Manager NetApp untuk Indonesia dan Filipina mengaku justru mendapatkan pemasukan terbesar dari industri telko dan migas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Steven mengaku sudah melayani banyak sekali klien dari industri telko. Bahkan hingga kini data yang dikelola oleh NetApp sudah mencapai puluhan PetaByte (1000 TeraByte).
"Kalau ditotal, mungkin data yang kami kelola hingga saat ini sudah mencapai 10-20 PetaByte itu hanya dari telekomunikasi saja dan data tersebut kebanyakan adalah database," tambah Steven.
Sayangnya, Steven enggan menyebutkan berapa rupiah yang NetApp terima dari para pelaku industri telekomunikasi di Indonesia. Tapi sebagai gambaran, untuk mengelola data sebesar 2 TeraByte perusahaan harus membayar sekitar USD 2.500-3.000.
"Tapi itu dalam kondisi minimum spesifikasi yah," tandas Steven.
(eno/fyk)