Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Industri Telko Jadi 'Tambang Uang' NetApp

Industri Telko Jadi 'Tambang Uang' NetApp


- detikInet

Jakarta - NetApp memang memiliki banyak pengguna dari beragam jenis industri. Akan tetapi di Indonesia penyedia layanan komputasi awan itu memiliki pendapatan dari para pemain telekomunikasi.

Secara global pengguna NetApp memang lebih banyak dari kalangan industri yang bergelut di teknologi informasi, seperti Yahoo, Google, Facebook, Intel, hingga Research In Motion (RIM).

Namun di Indonesia, Steven Law sebagai Country Manager NetApp untuk Indonesia dan Filipina mengaku justru mendapatkan pemasukan terbesar dari industri telko dan migas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau di Indonesia klien terbesar kami memang adalah telko, karena mereka memang mebutuhkan services storage yang memadai," jelasnya di The Pinewood, Cisarua, Bogor Jumat (17/2/2012).

Steven mengaku sudah melayani banyak sekali klien dari industri telko. Bahkan hingga kini data yang dikelola oleh NetApp sudah mencapai puluhan PetaByte (1000 TeraByte).

"Kalau ditotal, mungkin data yang kami kelola hingga saat ini sudah mencapai 10-20 PetaByte itu hanya dari telekomunikasi saja dan data tersebut kebanyakan adalah database," tambah Steven.

Sayangnya, Steven enggan menyebutkan berapa rupiah yang NetApp terima dari para pelaku industri telekomunikasi di Indonesia. Tapi sebagai gambaran, untuk mengelola data sebesar 2 TeraByte perusahaan harus membayar sekitar USD 2.500-3.000.

"Tapi itu dalam kondisi minimum spesifikasi yah," tandas Steven.


(eno/fyk)





Hide Ads