Dalam laporan keuangannya tercatat, pendapatan usaha 2009 turun 1,4% menjadi Rp 18,393 triliun di akhir tahun lalu dibanding tahun sebelumnya Rp 18,659,1
triliun. Penurunan besar-besaran juga terjadi pada laba bersih yang anjlok 20,2%, dari Rp 1,878,5 triliun menjadi Rp 1,498,2 triliun.
Penurunan lain juga terjadi pada Earning Before Income Tax, Depreciation and Amortization (EBITDA) sebesar Rp 8,774,4 triliun. Turun 5,6% dibanding tahun sebelumnya, Rp 9,289,2 triliun. Ini berujung pada EBITDA margin 2009 hanya sekitar 47,7% atau turun 2,1% dibanding 2008 sebesar 49,8 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anjloknya jumlah pelanggan sedikit terbantu dengan raihan positif di kuartal keempat dengan tambahan 4,4 juta pelanggan. Sebelumnya, di kuartal satu dan dua tahun lalu, Indosat sempat menghanguskan kurang lebih 6 juta pelanggan yang dianggap tidak produktif.
"Kami telah memperlihatkan perbaikan dalam parameter operasional maupun keuangan, di mana telah mulai menunjukkan hasilnya sejak triwulan ketiga, dan berlanjut hingga akhir tahun 2009," sergah President Director dan CEO Indosat Harry Sasongko dalam keterangannya, Senin (8/3/2010).
Menurutnya, perbaikan-perbaikan positif menjadi bukti nyata atas kekuatan Indosat untuk mampu mengimplementasikan strategi berdasarkan pelanggan yang berkualitas secara berimbang. "Tambahan 4,4 juta pelanggan selular dalam triwulan keempat tahun 2009 mendorong peningkatan pendapatan usaha selular lebih dari 12% dibandingkan triwulan sebelumnya," jelasnya.
Indosat merupakan operator dengan pangsa pasar terbesar kedua dengan jumlah pelanggan 33,1 juta. Posisinya masih jauh untuk mengejar Telkomsel yang memiliki 82 juta pelanggan. Namun kedudukannya mulai terancam XL yang menguntit dengan angka 31,4 juta.
Dibanding kedua operator tersebut, Indosat bisa dibilang paling suram kinerjanya. Telkomsel meraih pendapatan Rp 40 triliun pada 2009 lalu, naik 10% dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan XL pada tahun yang sama juga mampu mencetak laba Rp 1,7 triliun setelah mengalami kerugian Rp 15,109 miliar di tahun sebelumnya.
Peningkatan laba XL didukung oleh peningkatan pendapatan usaha 14% menjadi Rp 13,9 triliun di sepanjang 2009. EBITDA-nya juga meningkat 21% menjadi Rp 6,2 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan Telkomsel pada tahun 2010 ini menargetkan pertumbuhan pendapatan 10%.
(rou/wsh)