Demikian dikemukakan Gatot Hari Priowirjanto, Direktur South East Asian Ministers of Education Organization Regional Open Learning Center (Seamolec). "Kami punya mimpi menjadikan Jeni ini sebagai Amazon-nya Indonesia. Dari negara mana pun tinggal klik bisa membeli," ujarnya.
Gatot berharap demikian usai meresmikan Jeni Asean Research Center di Gedung Seamolec, Kampus Universitas Terbuka, Pondok Cabe, Tangerang, Banten, Selasa (28/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa game edukasi yang telah dikembangkan mencakup pelajaran matematika, fisika dan kimia. Misalnya, game Helimath, di mana pemain bisa memainkan game helikopter sambil belajar matematika. Selain itu ada juga game Molecular yang mengajarkan struktur kimia.
Gatot mengatakan, beberapa aplikasi yang dikembangkan Jeni sudah 'ditawar' beberapa operator telekomunikasi untuk dijadikan konten jualan. Saat ini perjanjian dengan operator sedang dalam proses.
Setiap tahun, Gatot mengharapkan Jeni bisa menghasilkan 1000 game. Selama periode 2008 hingga 2010, tuturnya, secara umum Jeni diharapkan bisa menghasilkan 18.000 aplikasi.
Saat ini, ujar Gatot, belum ada niat untuk memasukkan Jeni ke dalam kurikulum sekolah. Di beberapa SMK dan SMA menurutnya sudah menjadikan hal ini sebagai ekstrakurikuler. Sedangkan di bangku kuliah, ujar Gatot, Java sudah masuk kurikulum untuk jurusan tertentu. (wsh/rou)