Dalam postingannya di Facebook, Mark Zuckerberg menyebut laboratorium baru itu luasnya kira-kira sebesar lapangan footbal Amerika. "Hari ini kami membuka laboratorium hardware terbesar dan tercanggih dalam sejarah Facebook," tulis Zuck di akun Facebook resminya.
"Dalam 10 tahun mendatang, kami akan membangun segalanya dari headset Oculus sampai pesawat tenaga surya. Kami selalu punya laboratorium untuk tiap tim, tapi lab baru kami ini akan menjadi hub di mana engineer bisa kerja sama untuk membuat kemajuan lebih cepat dalam rangka menghubungkan dunia," tambah sang CEO dan pendiri Facebook.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Engineer dari seluruh departemen Facebook berkumpul di sini untuk mendesain, membuat dan menguji coba prototipe. "Laboratorium ini memberi kesempatan luas bagi tim di seluruh perusahaan untuk bekerja sama dan menyelesaikan masalah," ucap Jay Parikh, Head of Engineering Facebook yang detikINET kutip dari USA Today, Kamis (4/8/2016).
Laboratorium tersebut agaknya mirip-mirip dengan milik Google. Seperti diketahui, Google juga punya laboratorium rahasia bernama Google X yang mengembangkan beragam perangkat futuristik, sebut saja kacamata pintar Google Glass.
![]() |
Bisnis utama Facebook memang jejaring sosial. Namun Zuckerberg yang ambisius dan penuh ide tidak ingin Facebook hanya berkecimpung di bidang software, namun juga hardware. Sekitar enam tahun lalu, Facebook sudah mulai membuat sendiri servernya, networking switches dan hardware data center lainnya.
Lalu mereka mengakuisisi produsen headset virtual reality, Oculus. Dan baru-baru ini, mereka mengembangkan drone bernama Aquila untuk memancarkan akses internet dari angkasa ke wilayah-wilayah terpencil.
Facebook membangun laboratorium tersebut mulai sembilan bulan yang lalu. Tidak disebutkan berapa biayanya, pastinya sangat mahal.
![]() |
(fyk/yud)