http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 

Israel Dibombardir 44 Juta Serangan Cyber

Fino Yurio Kristo - detikinet
Senin, 19/11/2012 09:42 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/11/19/323/1dlm.jpg (cnet)
Jakarta - Serangan brutal Israel di jalur Gaza yang menewaskan korban dari kalangan sipil menuai kecaman dari dunia internasional. Tak terkecuali sejumlah hacker yang bersatu memborbardir negara zionis itu.

Dilaporkan, sedikitnya 44 juta kali upaya serangan cyber telah menyerbu situs pemerintahan Israel. Menteri Keuangan Israel Yuval Steinitz menyatakan pemerintahannya kini menghadapi medan perang kedua di dunia maya.

"Divisi komputer kementerian akan terus memblokir jutaan serangan cyber tersebut. Kami menikmati buah investasi kami dalam mengembangkan sistem pertahanan komputer," kata Steinitz .

Ia mengklaim, semua serangan berhasil dipatahkan dan tidak menimbulkan kerugian yang serius. Namun Steinitz tidak mengatakan siapa saja yang melakukan serangan cyber.

Juru bicara kementerian menyatakan meskipun serangan itu berasal dari berbagai penjuru dunia, kebanyakan berasal dari Palestina dan Israel sendiri.

Kemungkinan besar, salah satu pelakunya adalah Anonymous. Kelompok hacker terkenal ini mengklaim telah merusak database hampir 700 website Israel, termasuk Bank of Jerusalem. Situs Kementerian Luar Negeri Israel juga sempat down.

"Perang ini bertempat di tiga medan. Yang pertama perang fisik, kedua di dunia media sosial dan ketiga di dunia cyber," kata Carmela Avner, Chief Information Officer Israel yang detikINET kutip dari Reuters, Senin (19/11/2012).


(fyk/ash)




Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Index »
Pro Kontra Index »

Indonesia Darurat 4G?

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ya, inilah kira-kira urgensi yang akhirnya membuat layanan 4G LTE dikomersialisasi di Indonesia. Di sisi lain, layanan 3G dianggap masih belum optimal penyebarannya, termasuk 2G yang masih banyak penggunanya.
Pro
52%
Kontra
48%


Must Read close