Berita Utama
-
Selasa, 18/06/2013 11:58 WIB Pengalaman Menakjubkan Magang di Kantor Google
-
Senin, 17/06/2013 15:42 WIB Tomb Raider, Lara Croft yang Lugu Dibalut Cerita Seru
-
Senin, 17/06/2013 09:06 WIB Google Terbangkan Balon Canggih yang Dibekali Wi Fi
-
Jumat, 14/06/2013 15:37 WIB Yang Unik di ICS 2013: "Kuntilanak" Sampai Robot Gundam
-
Jumat, 14/06/2013 12:56 WIB Kapal Canggih Rp 232 Miliar Ini Bisa Dikontrol dengan iPad
-
Jumat, 14/06/2013 09:25 WIB Hot Babes di ICS-FKI 2013
Petinggi Google Jadi CEO Yahoo
Selasa, 17/07/2012 05:37 WIB
Marissa Mayer (businessweek)
Jakarta - Setelah beberapa lama berlayar tanpa nakhoda tetap. Yahoo akhirnya kembali memiliki seorang Chief Executive Officer (CEO). Ia adalah Marissa Mayer, yang 'dibajak' dari Google.
Mayer selama ini dikenal sebagai top executive Google. Meski baru berumur 37 tahun ia sudah mengisi sejumlah posisi penting di raksasa internet tersebut.
Di antaranya mengepalai sederet product manager di Google dan bertanggung jawab terhadap tampilan simpel di halaman utama Google Search, Gmail, Google News serta Google Image.
Mayer sendiri awalnya berkarir sebagai engineer. Ia bahkan disebut-sebut sebagai karyawan nomor 20 Google, dan telah bergabung selama 13 tahun.
Dilansir New York Times, Selasa (17/7/2012), Mayer telah mengajukan pengunduran dirinya di Google pada hari Senin waktu Amerika Serikat melalui sambungan telepon. Untuk kemudian memulai petualangan barunya menjadi nakhoda Yahoo di keesokan harinya. Mayer juga akan bergabung dalam jajaran dewan di Yahoo.
"Saya telah mengalami waktu yang menakjubkan selama di Google," ujar Mayer dalam sebuah sesi interview.
"Namun ini (menerima pinangan Yahoo-red.) merupakan keputusan yang cukup mudah dan masuk akal. Yahoo merupakan salah satu brand terbaik di internet," lanjutnya.
Kini, tugas berat tengah menanti wanita cantik tersebut. Seperti diketahui, Mayer pastinya akan dituntut untuk kembali melonjakkan pamor Yahoo yang sempat meredup lantaran tergencet dalam persaingan bisnis internet.
Kondisi tersebut bahkan memaksa Yahoo untuk berganti beberapa CEO sekaligus -- Carol Bartz dan Scott Thompson -- dalam waktu yang cukup singkat.
Bartz diketahui dipecat lantaran dianggap tak mampu mengatrol bisnis Yahoo. Sementara Thompson tersandung masalah pemalsuan gelar sarjana, sehingga ia juga harus meninggalkan salah satu raksasa internet itu.
Selepas kepergian Thompson, Yahoo sejatinya sempat dipimpin oleh Ross Levinsohn selaku CEO ad interim alias sementara. Namun sekarang, mereka telah memiliki CEO tetap, yakni si cantik Marissa Mayer.
(ash/ash)
Mayer selama ini dikenal sebagai top executive Google. Meski baru berumur 37 tahun ia sudah mengisi sejumlah posisi penting di raksasa internet tersebut.
Di antaranya mengepalai sederet product manager di Google dan bertanggung jawab terhadap tampilan simpel di halaman utama Google Search, Gmail, Google News serta Google Image.
Mayer sendiri awalnya berkarir sebagai engineer. Ia bahkan disebut-sebut sebagai karyawan nomor 20 Google, dan telah bergabung selama 13 tahun.
Dilansir New York Times, Selasa (17/7/2012), Mayer telah mengajukan pengunduran dirinya di Google pada hari Senin waktu Amerika Serikat melalui sambungan telepon. Untuk kemudian memulai petualangan barunya menjadi nakhoda Yahoo di keesokan harinya. Mayer juga akan bergabung dalam jajaran dewan di Yahoo.
"Saya telah mengalami waktu yang menakjubkan selama di Google," ujar Mayer dalam sebuah sesi interview.
"Namun ini (menerima pinangan Yahoo-red.) merupakan keputusan yang cukup mudah dan masuk akal. Yahoo merupakan salah satu brand terbaik di internet," lanjutnya.
Kini, tugas berat tengah menanti wanita cantik tersebut. Seperti diketahui, Mayer pastinya akan dituntut untuk kembali melonjakkan pamor Yahoo yang sempat meredup lantaran tergencet dalam persaingan bisnis internet.
Kondisi tersebut bahkan memaksa Yahoo untuk berganti beberapa CEO sekaligus -- Carol Bartz dan Scott Thompson -- dalam waktu yang cukup singkat.
Bartz diketahui dipecat lantaran dianggap tak mampu mengatrol bisnis Yahoo. Sementara Thompson tersandung masalah pemalsuan gelar sarjana, sehingga ia juga harus meninggalkan salah satu raksasa internet itu.
Selepas kepergian Thompson, Yahoo sejatinya sempat dipimpin oleh Ross Levinsohn selaku CEO ad interim alias sementara. Namun sekarang, mereka telah memiliki CEO tetap, yakni si cantik Marissa Mayer.
(ash/ash)
Powered By

Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Berita Terbaru
Index »
-
Selasa, 18/06/2013 14:09 WIB
Tak Cuma AS, Belanda Juga Intai Pengguna Internet
-
Selasa, 18/06/2013 13:25 WIB
Rahasia di Balik Efek Ciamik Man of Steel
-
Selasa, 18/06/2013 11:35 WIB
Alicia Keys Cari Wanita Indonesia Jago Teknologi
-
Selasa, 18/06/2013 09:37 WIB
Cowok Ternyata Lebih Narsis dengan Ponsel Kamera
-
Selasa, 18/06/2013 08:30 WIB
Apple: Kami Tak Pernah Menyadap Pengguna!
-
Senin, 17/06/2013 17:12 WIB
Makin Banyak Mahasiswi Kencani Pria Tua via Internet
-
Senin, 17/06/2013 14:46 WIB
Kolom Telematika
Tahun Politik, Teknologi, dan Refleksi Kasus Ed Snowden
-
Senin, 17/06/2013 14:07 WIB
Mendobrak Aturan, 'Tweet' Masuk Kamus Bahasa
- Selasa, 18/06/2013 15:23 WIB
Pakai Android, Nokia Bisa Berbahaya
- Selasa, 18/06/2013 07:47 WIB
Nokia Siapkan 2 Phablet dan Lumia 920 Versi Murah
- Selasa, 18/06/2013 11:10 WIB
Android Tak Mampu Taklukan BlackBerry di Kanada
- Selasa, 18/06/2013 13:25 WIB
Rahasia di Balik Efek Ciamik Man of Steel
- Selasa, 18/06/2013 10:45 WIB
Berapa Harga Samsung Galaxy S4 Zoom?
- Selasa, 18/06/2013 17:42 WIB
Langkahi Find 6, OPPO Bakal Rilis Find 7
- Selasa, 18/06/2013 13:44 WIB
FotoINET
Penampakan iPhone 5 Mewah Seharga Rp 1 Miliar
- Selasa, 18/06/2013 11:58 WIB
FotoINET
Pengalaman Menakjubkan Magang di Kantor Google
- Selasa, 18/06/2013 10:15 WIB
FotoINET
Sepeda Terbang Canggih Siap Mengangkasa
- Selasa, 18/06/2013 09:50 WIB
Samsung Segera Hadirkan Galaxy S4 LTE Advanced
-
211 Komentar
-
79 Komentar
-
76 Komentar
-
52 Komentar
-
52 Komentar
-
50 Komentar
-
49 Komentar
-
48 Komentar
-
47 Komentar
-
44 Komentar
-
44 Komentar
-
43 Komentar
-
41 Komentar
-
38 Komentar
-
36 Komentar
Pro Kontra
Index »
BBM Dilepas ke Android & iOS, BlackBerry Bunuh Diri?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer
Must Read
close
-
Kamis, 13/06/2013 10:03 WIB WIB
Xbox One vs PlayStation 4, Siapa Lebih Hebat?
-
Rabu, 12/06/2013 16:53 WIB WIB
Galaxy S4 Zoom, Ini Ponsel atau Kamera?











