http://us.images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 

Keren! Kinect Ubah Dinding Jadi Layar Sentuh

Trisno Heriyanto - detikinet
Senin, 28/05/2012 14:02 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/05/28/654/133207_tembok460.jpg Dinding Layar Sentuh (Ubi)
Jerman - Microsoft Kinect sejatinya dibuat untuk pasangan Xbox 360 agar bermain semakin asyik. Namun siapa sangka jika pengendali sensor gerak itu juga bisa difungsikan macam-macam.

Seperti yang dipamerkan salah satu start up asal Jerman, Ubi Interactive. Perusahaan yang hanya digerakkan oleh 3 orang ini membuat aplikasi yang mampu membuat Microsoft Kinect mengubah dinding menjadi layar sentuh.

"Kami bisa mengubah semua permukaan menjadi layar sentuh," kata Anup Chathoth, salah satu pendiri Ubi Interactive yang dikutip detikINET dari wired, Senin (28/5/2012).

Cara kerjanya terlihat sederhana. Ubi Interactive menggunakan Kinect yang ditancapkan pada PC kemudian mengubah proyektor biasa menjadi sistem layar sentuh. Cara ini dibilang cukup nyaman, sebab pengguna bisa menampilkan berbagai dokumen dengan mudah. Tapi tentunya dengan interaksi seru ala film Minority Report.

Ketika dijajal untuk melakukan presentasi, alat tersebut juga terlihat mengagumkan dan diklaim cukup responsif. Pengguna tak lagi membutuhkan mouse atau pointer karena kedua fungsi tersebut sudah digantikan oleh Kinect. Tinggal gerakkan tangan, maka sistem akan mengikuti keinginan pengguna.

Aplikasi yang dibuat Ubi Interactive hingga saat ini masih terus dikembangkan, dan selain untuk pekerja kantoran, aplikasi tersebut juga dikabarkan cocok untuk pengiklan atau pun sarana pembelajaran untuk anak-anak.

"Kini anak-anak bisa mencorat-coret dinding tanpa meninggalkan bekas," tandas Chathoth.


(eno/fyk)




Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Index »
Pro Kontra Index »

Indonesia Darurat 4G?

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ya, inilah kira-kira urgensi yang akhirnya membuat layanan 4G LTE dikomersialisasi di Indonesia. Di sisi lain, layanan 3G dianggap masih belum optimal penyebarannya, termasuk 2G yang masih banyak penggunanya.
Pro
50%
Kontra
50%


Must Read close