Berita Utama
-
Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:43 WIB
Serba 5 di Ultah ke-5 Android
-
Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
-
Kamis, 24/05/2012 10:31 WIB
27 Ribu Karyawan HP akan Di-PHK
-
Rabu, 23/05/2012 15:50 WIB
13 Model BlackBerry dari Masa ke Masa
-
Rabu, 23/05/2012 15:28 WIB
Perang Ponsel Premium di Indonesia
-
Rabu, 23/05/2012 13:19 WIB
Galaxy S III Dibanderol Rp 6,9 Juta di Indonesia?
-
Rabu, 23/05/2012 13:07 WIB
7 Pilihan Game untuk Ponsel Low End
-
Rabu, 23/05/2012 11:32 WIB
Galaxy S III: Performa Gahar, Fitur Melimpah
Isu Keracunan di Pabrik iPhone Kembali Dicuatkan
Jumat, 24/02/2012 15:56 WIB

(Ist)
Beijing, China - Apple terus didera isu kesejahteraan buruh. Sebuah surat terbuka yang diklaim berasal dari dua mantan pekerja pabrik produsen layar sentuh iPhone membuat heboh lantaran isinya memohon Apple untuk meningkatkan kondisi lingkungan kerja di pabrik perusahaan yang menjadi pemasoknya.
Dalam suratnya, kedua pekerja itu mengaku terpapar racun di salah satu pabrik pemasok Apple di Suzhou, China ketika merakit layar sentuh untuk iPhone.
Dilansir Telegraph, Jumat (24/2/2012), Guo Rui-qiang dan Jia Jing-chuan, dua pekerja tersebut mengklaim mengalami luka serius akibat terkena cairan pembersih bernama N-hexane. Mereka juga mengaku kerap mengalami nyeri syaraf karena paparan bahan kimia tersebut.
Ditandatangani Guo dan Jia, surat yang diserahkan ke SumOfUs -- organisasi kampanye 'ethical iPhone' -- ini meminta para pembaca ikut menandatangani petisi untuk mendukung perbaikan kondisi pabrik perakitan gadget Apple di China.
"Anda tidak mengenal kami tapi telah melihat hasil kerja kami. Kami bekerja dalam waktu yang panjang merakit layar sentuh untuk iPhone Apple di Suzhou, China. Awal 2010, laporan independen mencatat ada 137 pekerja termasuk kami, terpapar racun kimia N-hexane yang digunakan untuk membersihkan layar iPhone. N-hexane dikenal bisa menyebabkan iritasi pada mata, kulit dan pernapasan, bahkan merusak syaraf. Apple mengakui adanya pelanggaran hak buruh ini lebih dari satu tahun kemudian. Jika ada lebih banyak orang mengetahui apa yang kami alami, Apple akan merasa ditekan untuk mengubah kondisi ini sehingga pekerja lain tidak mengalami nasib sama seperti kami," demikian penggalan isi surat tersebut.
Baru-baru ini, Apple mempersilakan organisasi peduli buruh Fair Labour Association (FLA) melakukan inspeksi ke pabrik-pabrik milik Foxconn yang merupakan pemasok utama mereka.
Chief Executive FLA mengatakan ada banyak isu mengenai kesejahteraan buruh di pabrik pemasok Apple. Hasil investigasi menunjukkan kondisinya ternyata jauh lebih baik dibandingkan yang pernah mereka duga.
Dalam surat tersebut tidak dijelaskan di mana kedua pekerja tersebut pernah bekerja. Pasalnya, ada beberapa perusahaan selain Foxconn yang menjadi pemasok Apple di China. Apple sendiri hingga saat ini belum memberikan komentar.
( rns / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Dalam suratnya, kedua pekerja itu mengaku terpapar racun di salah satu pabrik pemasok Apple di Suzhou, China ketika merakit layar sentuh untuk iPhone.
Dilansir Telegraph, Jumat (24/2/2012), Guo Rui-qiang dan Jia Jing-chuan, dua pekerja tersebut mengklaim mengalami luka serius akibat terkena cairan pembersih bernama N-hexane. Mereka juga mengaku kerap mengalami nyeri syaraf karena paparan bahan kimia tersebut.
Ditandatangani Guo dan Jia, surat yang diserahkan ke SumOfUs -- organisasi kampanye 'ethical iPhone' -- ini meminta para pembaca ikut menandatangani petisi untuk mendukung perbaikan kondisi pabrik perakitan gadget Apple di China.
"Anda tidak mengenal kami tapi telah melihat hasil kerja kami. Kami bekerja dalam waktu yang panjang merakit layar sentuh untuk iPhone Apple di Suzhou, China. Awal 2010, laporan independen mencatat ada 137 pekerja termasuk kami, terpapar racun kimia N-hexane yang digunakan untuk membersihkan layar iPhone. N-hexane dikenal bisa menyebabkan iritasi pada mata, kulit dan pernapasan, bahkan merusak syaraf. Apple mengakui adanya pelanggaran hak buruh ini lebih dari satu tahun kemudian. Jika ada lebih banyak orang mengetahui apa yang kami alami, Apple akan merasa ditekan untuk mengubah kondisi ini sehingga pekerja lain tidak mengalami nasib sama seperti kami," demikian penggalan isi surat tersebut.
Baru-baru ini, Apple mempersilakan organisasi peduli buruh Fair Labour Association (FLA) melakukan inspeksi ke pabrik-pabrik milik Foxconn yang merupakan pemasok utama mereka.
Chief Executive FLA mengatakan ada banyak isu mengenai kesejahteraan buruh di pabrik pemasok Apple. Hasil investigasi menunjukkan kondisinya ternyata jauh lebih baik dibandingkan yang pernah mereka duga.
Dalam surat tersebut tidak dijelaskan di mana kedua pekerja tersebut pernah bekerja. Pasalnya, ada beberapa perusahaan selain Foxconn yang menjadi pemasok Apple di China. Apple sendiri hingga saat ini belum memberikan komentar.
( rns / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Kamis, 24/05/2012 14:37 WIB
Perlukah Open Source Masuk Kurikulum?
-
Kamis, 24/05/2012 14:05 WIB
MUI Luncurkan Sertifikasi Halal Online
-
Kamis, 24/05/2012 13:27 WIB
Open Source Lebih Semarak di Daerah
-
Kamis, 24/05/2012 13:13 WIB
IBM Larang Penggunaan Siri iPhone 4S
-
Kamis, 24/05/2012 12:25 WIB
'Institusi Pemerintah Belum Aware Open Source'
-
Kamis, 24/05/2012 10:46 WIB
Open Source Sulit Kompatibel? Tidak Juga
-
Kamis, 24/05/2012 10:11 WIB
Anda Sudah Go Open Source, Tapi Tak Sadar!
-
Kamis, 24/05/2012 09:52 WIB
Walah! Bocah 5 Tahun Ikut Judi Online
- Kamis, 24/05/2012 14:02 WIB
MUI Luncurkan Sertifikasi Halal Online
- Kamis, 24/05/2012 12:12 WIB
5 'Nenek Moyang' Smartphone Android
- Kamis, 24/05/2012 13:13 WIB
IBM Larang Penggunaan Siri iPhone 4S
- Kamis, 24/05/2012 13:27 WIB
Open Source Lebih Semarak di Daerah
- Kamis, 24/05/2012 11:43 WIB
Serba 5 di Ultah ke-5 Android
- Kamis, 24/05/2012 14:42 WIB
Dalam Sepekan Diablo III Terjual 6,3 Juta Kopi
- Kamis, 24/05/2012 10:31 WIB
27 Ribu Karyawan HP akan Di-PHK
- Kamis, 24/05/2012 10:46 WIB
Open Source Sulit Kompatibel? Tidak Juga
- Kamis, 24/05/2012 11:15 WIB
Waspadai Email Palsu dari 'Facebook'
-
169 Komentar
-
87 Komentar
-
83 Komentar
-
79 Komentar
-
75 Komentar
-
63 Komentar
-
63 Komentar
-
60 Komentar
-
52 Komentar
Pro Kontra
Index »
Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.jpg)
