detikinet

HP Bertekad Kejar Ketinggalan dari Rival

Fransiska Ari Wahyu - detikinet
Kamis, 08/01/2009 15:43 WIB

HP Mini 1000 (Wired)

Jakarta - Hewlett-Packard menambah jajaran produknya di segmen netbook lewat HP Mini 1000. Lewat produk ini pula HP bertekad mengejar ketinggalannya dari pesaing.

HP berharap produknya yang dibandrol pada harga US$ 499 tersebut akan mampu menggaet konsumen sebanyak-banyaknya, tanpa bersedia menyebutkan target pasti yang ingin dicapai di tahun ini.

Nama besar HP di ranah persaingan PC memang tidak perlu diragukan lagi. Di pasaran PC dunia, HP sukses merajai pasar. Kendati demikian, di pasar Indonesia, HP harus mengakui keunggulan rivalnya Acer, yang sukses menguasai pasar tanah air.

"Di kuartal ketiga kemarin, HP untuk keseluruhan produk, menduduki peringkat ketiga di Indonesia. Ini menjadi PR bagi HP untuk terus mengejar ketinggalan," ungkap Primawan Badri, Market Development Manager Personal Systems Group HP dalam acara peluncuran HP Mini 1000 di Djakarta Theatre, Kamis (8/1/2009).

Saat ini persaingan di ranah PC -- khususnya segmen netbook -- memang semakin sengit. Para produsen PC terus berlomba-lomba melahirkan produk unggulannya. Acer boleh saja menjadi jawara di 2008 dengan netbook andalannya, Acer Aspire One. Namun produsen lain telah siap menggeser posisi Acer dengan mengeluarkan netbook yang dibalut inovasi mutakhir.

( faw / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%