Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Google DoubleClick Dijegal Konsumen

Google DoubleClick Dijegal Konsumen


- detikInet

Jakarta - Sebuah organisasi konsumen mengajukan tuntutan agar Google tak jadi membeli penyedia iklan online DoubleClick. Regulator diminta memblokir perjanjian itu. Kelompok bernama Electronic Privacy Information Center (EPIC) mengajukan keberatan resmi lewat United States Federal Trade Comission. Menurut kelompok itu, merger Google dan DoubleClick akan melanggar batas-batas data yang boleh dimiliki oleh perusahaan pemasang iklan. "Akuisisi yang diajukan Google akan memberikan akses informasi aktivitas internet yang telampau besar pada satu perusahaan, jauh lebih besar dari perusahaan manapun di dunia," sebut keberatan itu seperti dikutip detikINET dari Reuters, Sabtu (21/4/2007). Di sisi lain, DoubleClick menampik keberatan itu. Menurut perusahaan asal New York itu, Google dan CoubleClick tidak punya rencana menggabungkan data yang mereka miliki. Informasi yang dikumpulkan oleh DoubleClick pun disebut tidak dimiliki oleh perusahaan itu melainkan oleh pemasar yang menjadi klien mereka. "Google tidak akan bisa menggabungkan data dari situs pencarian mereka dengan data DoubleClick, karena DoubleClick tidak memegang hak untuk menggunakan data klien seperti itu," sebut juru bicara DoubleClick. EPIC, yang berbasis di Washington D.C, pada 2000 berhasil memblokir rencana DoubleClick menggabungkan data pemasaran dengan data anonimus yang dikumpulkan dari pengakses internet. Apakah kali ini EPIC akan berhasil lagi? (wsh/wsh)






Hide Ads