Cara Hilang dari Internet, Tanpa Ada Jejak

Cara Hilang dari Internet, Tanpa Ada Jejak

Aisyah Kamaliah - detikInet
Rabu, 15 Des 2021 15:00 WIB
LONDON - JULY 10:  In this photo illustration a girl browses the social networking site Facebook on July 10, 2007 in London, England. Facebook has been rapidly catching up on MySpace as the premier social networking website and as of July 2007 was the secondmost visited such site on the World Wide Web. Started by 22-year-old Harvard dropout Mark Zuckerberg, the website is responsible for 1% of all internet traffic and is the sixth most visited site in the USA.   (Photo Illustration by Chris Jackson/Getty Images)
Cara Hilang dari Internet, Tanpa Ada Jejak. Foto: GettyImages/Chris Jackson
Jakarta -

Ada banyak alasan yang membuat kamu mungkin terpikir untuk menghilangkan diri atau jejak di internet. Pencurian data pribadi, pembobolan akun, di antaranya. Penggunaan internet yang masif dan untuk berbagai hal yang kadang tidak penting hanya menambah peluang bocornya data pribadi.

Jika kamu ingin menghilangkan jejak digital secara maksimal -- meski tidak bisa 100%, ini adalah cara yang bisa kamu lakukan sebagaimana dikutip detikINET dari USA Today.

1. Hapus akun email

Langkah ini sangat sulit, mengingat email masih menjadi metode komunikasi paling populer di dunia, dan alamat email digunakan untuk semua jenis transaksi digital, termasuk perbankan online.

Tapi jika ingin benar-benar 'hilang' secara online, hapus akun e-mail termasuk yang sudah lama atau bahkan tidak pernah kamu buka lagi.

2. Mulai pakai VPN

Meninggalkan Internet juga berarti siap untuk melepaskan perbankan secara online, belanja online, dan juga eksis di media sosial seperti Instagram atau media sosial lainnya. Tapi kalau memang masih belum bisa lepas berseluncur di dunia maya, cara aman adalah dengan memakai Virtual Private Network atau VPN.

Kamu dapat menggunakan jaringan ini untuk mengenkripsi koneksi sehingga sulit untuk diretas. Dalam dunia bisnis, VPN memungkinkan karyawan yang bekerja dari jarak jauh membuat koneksi terenkripsi dengan jaringan perusahaan sehingga mereka dapat bekerja dengan aman. Tetapi konsumen biasa juga dapat menggunakan VPN.

3. Hapus akun!

Tidak menyadari terlalu banyak akun online adalah kerentanan yang bisa mengekspos begitu banyak data pribadi. Kita sering 'dipaksa' untuk mendaftar atau sign in menggunakan akun Google dan lain sebagainya ketika mengunjungi suatu website. Lalu tanpa babibu, kamu langsung mendaftar.

Nah mulai sekarang, kamu bisa mengeleminasi akun-akun yang sudah tidak kamu gunakan lagi. Contohnya akun Facebook lama yang tidak lagi digunakan.

4. Hapus data di situs broker

Pialang data primer seperti Intelius bisa mengumpulkan informasi dari catatan publik. Pialang data sekunder, seperti Spokeo, mengumpulkan informasi dari pialang utama dan biasanya menambahkan data yang dikumpulkan dari jejaring sosial dan sumber online lainnya.

Membiarkan informasi ini beredar di internet bisa berbahaya. Para troll mungkin akan menyalahgunakan nama, nomor telepon, alamat, atau akun online. Jika kamu ingin informasi diri kamu dihapus dari situs broker data, kamu perlu menghubungi mereka dan memintanya untuk dihapus.



Simak Video "Kominfo Ungkap Alasan Sulitnya Tindak Pelanggar Perlindungan Data Pribadi"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/ask)