Kamis, 05 Des 2019 06:33 WIB

Tips Rekrut Karyawan ala LinkedIn

Rachmatunnisa - detikInet
Ilustrasi LinkedIn. Foto: Istimewa Ilustrasi LinkedIn. Foto: Istimewa
Jakarta - Para profesional muda Indonesia yang bekerja di sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) kini mencari peluang pembelajaran dan pengembangan baru untuk karir mereka, terutama dalam meningkatkan keterampilan di bidang teknologi. Demikian data terbaru yang diungkap LinkedIn.

Data terbaru yang diungkap LinkedIn juga menemukan bahwa UKM di Indonesia merekrut para profesional yang memiliki skill atau keterampilan teknologi dan mampu mengadopsi teknologi digital untuk meningkatkan daya saing mereka.



Bagi UKM yang ingin membangun hubungan dengan tenaga kerja yang dibutuhkan untuk pertumbuhan bisnis, berikut adalah kiat-kiat dari LinkedIn:


1. Pertimbangkan hard-skill & soft-skill yang dibutuhkan untuk bisnis kalian.

UKM dapat memanfaatkan platform yang tersedia saat ini untuk mencari keterampilan yang paling dibutuhkan sehingga dapat menciptakan inovasi baru di masa mendatang.

Selain itu, dalam proses perekrutan, UKM perlu memperhatikan aspek lain seperti soft-skill berupa kreativitas dan pemikiran kritis. Ini memungkinkan para tenaga kerja untuk menghadapi tantangan atau memanfaatkan peluang bagi bisnis mereka.

Dengan mengkomunikasikan pesan yang jelas di LinkedIn Jobsp, kalian para entrepreneur UKM dapat memanfaatkan platform ini untuk mencocokkan kebutuhan akan tenaga kerja dengan kompetensi yang sesuai.


2. Tampilkan dan tunjukkan budaya perusahaan serta tujuan kalian.

Karyawan UKM di Indonesia tertarik terhadap konten profesional. Hal tersebut terlihat dari data dimana 28% karyawan UKM di Indonesia mengikuti lebih banyak halaman LinkedIn perusahaan dibandingkan dengan mereka yang bekerja di perusahaan besar.

Oleh karena itu, kalian dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan mempublikasikan lowongan pekerjaan, unggahan, foto, video, dan artikel tentang bagaimana rasanya bekerja di perusahaan kalian.

Selain itu, jelajahi fitur Open for Business dari LinkedIn yang memungkinkan kalian menampilkan layanan perusahaan di akun yang dimiliki, sehingga memudahkan karyawan atau pelanggan di masa mendatang untuk menemukan informasi terkait perusahaan.


3. Tawarkan peluang pembelajaran dan pengembangan.

Tertarik untuk belajar dan mengembangkan diri adalah ciri karyawan UKM di Indonesia. Mereka mengembangkan 'big data' sebagai keterampilan yang paling banyak dikembangkan, sementara karyawan perusahaan besar lebih banyak mengembangkan manajemen proyek dan kerja sama tim.



Sebagai pengusaha UKM, kalian didorong agar memasukkan program pembelajaran dan pengembangan untuk tim. Hal-hal ini bisa didapatkan melalui kursus online singkat yang dapat dilakukan secara individu atau kelompok.

Oh ya, untuk UKM yang ingin mencari lebih banyak saran mengenai perekrutan dan sumber daya manusia, kalian dapat mengunjungi halaman LinkedIn for Small Business.



Simak Video "Telkomsel The NextDev Summit 2019 Banjir Mentor Top"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)