Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Kolom Telematika
Menanti Greget Seluler di Kancah Transaksi Digital
Kolom Telematika

Menanti Greget Seluler di Kancah Transaksi Digital


- detikInet

Jakarta - Tak hanya untuk berkomunikasi, telepon seluler juga mulai jadi bagian hidup masyarakat untuk bertransaksi. Kapan gregetnya bisa kita nikmati secara luas?

Mungkin satu dekade lalu kita tak pernah membayangkan betapa telepon seluler akan begitu dominannya menyetir kehidupan sebuah masyarakat post-moderen.

Lihat saja, betapa mudahnya kita merasakan kepanikan di sekeliling kita jika ada yang kehilangan ponselnya. Bahkan, sebagian orang mengaku rela lupa membawa dompet asalkan ponselnya tak ikut ketinggalan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nah, mengingat begitu pentingnya peranan piranti tersebut bagi kehidupan masa kini, bisa jadi memberikan inspirasi bagi sekumpulan orang yang berkecimpung di suatu bidang. Sebut saja kumpulan orang di industri telekomunikasi.

Tak sekadar jadi penghubung antarmanusia dengan kecanggihan teknologi sambungan suara, data, danΒ  video saja, namun kegunaan telepon seluler kini mulai beralih fungsi menjadi alat transaksi pembayaran secara digital.

Di negara lain semisal Jepang, mungkin kegunaan telepon seluler multifungsi bukanlah hal yang baru. Namun di Indonesia, langkah tersebut baru dimulai, meski dalam skala kecil saja. Kini, orang sudah bisa melakukan transaksi pembayaran hanya dengan cara mengibaskan ponselnya di dekat mesin pemindai.

Seperti halnya NTT DoCoMo di Jepang, operator telepon di Indonesia juga sudah mulai memasuki bisnis baru untuk layanan transaksi nirtunai dengan ponsel. Kalau DoCoMo menamakan layanan mobile wallet-nya itu Oshaifu Ketai, di Indonesia juga ada T-Cash dari Telkomsel dan Dompetku punya Indosat.

Paling Gencar

Dari kedua operator tersebut, baru Telkomsel yang bisa dibilang paling niat untuk mengedukasi calon pelanggannya. Operator ini terbilang serius karena di tahap awal implementasinya saja, dana segar sebanyak US$ 50 juta atau sekitar 450 miliar rupiah telah digelontorkan untuk mengembangkan layanan tersebut.

Layanan T-Cash sendiri baru diluncurkan Telkomsel akhir 2007 meski telah mendapatkan izin operasional dari Bank Indonesia untuk menyelenggarakan layanan berupa Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) setahun sebelumnya.

T-Cash memiliki dua bentuk, pertama adalah kartu khusus dengan chip RFID (Radio Frequency Indentification Device) yang nantinya bisa dipindai di merchant untuk melakukan transaksi secara offline. Sedangkan bentuk keduanya adalah memanfaatkan transaksi online melalui pesan singkat (SMS) dengan dukungan teknologi USSD (Unstructured Suplementary Service Data).

Kini pelanggan Telkomsel, baik yang menggunakan kartuHalo, Simpati, maupun Kartu As, dapat semakin mudah bertransaksi di gerai Indomaret dengan menggunakan T-Cash. Dengan 1.000 gerai Indomaret di sepanjang Lampung-Jawa-Bali, pelanggan Telkomsel sudah dapat melakukan transaksi digital dengan mudah, aman, dan nyaman.

Demi menarik perhatian masyarakat, Telkomsel juga menawarkan keuntungan lain melalui metode promosi. Sampai dengan 15 Oktober 2008, setiap transaksi menggunakan T-Cash di Indomaret minimal sebesar Rp 50.000 akan mendapatkan bonus 10 poin dari Telkomsel Poin.

Selain itu, untuk 10 ribu pertama pendaftar T-Cash dengan nilai Rp 50.000 akan mendapatkan bonus pulsa sebesar Rp 10.000 bagi pengguna Simpati atau Kartu As, atau potongan tagihan Rp 10.000 untuk kartuHalo.

"Semua pendaftar sampai tanggal 15 Oktober 2008 akan diundi untuk mendapatkan hadiah lima sepeda motor yang diundi pada tanggal 20 Oktober 2008," demikian Dirut Telkomsel, Kiskenda Suriahardja, coba berpromosi.

Sebelum menggunakan layanan T-Cash ini, pelanggan Telkomsel harus melakukan registrasi terlebih dulu melalui SMS dengan mengetik REG TCash Nama#Tanggal Lahir#Nama Ibu Kandung dan kirim ke 2828.

Selain Indomaret, Telkomsel juga bekerjasama dengan merchant-merchant lainnya seperti Fuji Image Plasa, Perguruan Tinggi penyedia konten akademis, serta bank sebagai tempat penyimpanan dana seperti BNI, BRI, dan Bank Mandiri.

Tren Dunia

Layanan T-Cash memungkinkan ponsel pelanggan Telkomsel dapat berfungsi layaknya dompet penyimpanan uang yang bisa digunakan untuk melakukan transaksi dengan nominal kecil (micropayment) di bawah Rp 1 juta.

Respon positif masyarakat pada layanan mobile wallet ini tidak terlepas dari data terakhir dari Bank Indonesia yang menunjukkan bahwa 63% dari transaksi di Indonesia pada 2006 lalu merupakan pembayaran dalam nominal kecil.

Kemudian jika mengacu pada standar Weidong Kou tentang Payment Technologies for e-commerce, ditegaskan bahwa pembayaran nominal kecil di bawah Rp 120.000, telah saatnya difungsikan kepada pengguna ponsel guna menghemat devisa.

Hal ini juga sejalan dengan tren yang terjadi di dunia, di mana layanan mobile wallet dari operator Globe Telecom, yakni G-Cash, telah digunakan oleh 42% masyarakat di Filipina saat melakukan pembayaran mikro dengan rata-rata transaksinya mencapai US$ 100 juta atau setara dengan jumlah 1,3 juta pelanggan. Demikian pula masyarakat negara Eropa dan Jepang.

Potensi layanan mobile wallet juga didukung oleh analisa data Juniper Research yang menunjukkan bahwa penggunaan ponsel untuk transaksi layanan perbankan semakin meningkat.

Juniper Research memperkirakan jumlah pengguna layanan bank via ponsel atau mobile banking bakal mencapai 816 juta orang pada 2011. Angka tersebut adalah peningkatan sampai sepuluh kali lipat dari jumlah pengguna di 2007.

Menilik data-data di atas, Indonesia bisa saja ikutan terjangkit demam transaksi digital lewat ponsel. Mungkin tidak dalam waktu dekat, tapi bisa jadi asalkan edukasinya tepat ke sasaran. Nah, di saat mewabahnya nanti, mungkin greget seluler di kancah transaksi digital baru terasa. Ya, siapa tahu!

*) Penulis adalah wartawan detikINET dan dapat dihubungi melalui e-mail rourry[at]detikinet.com. Tulisan ini adalah opini pribadi dan tidak mencerminkan pendapat institusi tempat penulis bekerja.
(rou/wsh)





Hide Ads
LIVE