Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Pertumbuhan Telepon Pascabayar Sangat Lambat

Pertumbuhan Telepon Pascabayar Sangat Lambat


- detikInet

Jakarta - Meski industri telepon seluler telah berkiprah lebih dari 13 tahun di Indonesia, namun tingkat pertumbuhannya dinilai sangat lambat.

Dari lebih 100 juta nomor kartu seluler yang tersebar di Indonesia, komposisi pelanggan pascabayar tak kunjung beranjak dari kisaran lima persen. Sisanya masih didominasi pelanggan prabayar.

GM Product Management PT Telkomsel, Onang Pribadi, menilai lambatnya pertumbuhan pascabayar karena tingkat kemudahannya masih jauh di bawah layanan prabayar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu sebabnya kami mencoba menawarkan layanan hybrid yang bisa mengakomodir prabayar dan pascabayar dalam satu kartu seluler," ujarnya saat jumpa pers Telkomsel Hybrid di City Plaza, Jakarta, Jumat (30/5/2008).

Menurutnya, kelambatan adopsi pascabayar bukan dikarenakan minimnya infrastruktur dari industri tapi lebih pada karakteristik pengguna telekomunikasi di Indonesia. Kondisi geografis Indonesia yang beraneka ragam juga menyulitkan penetrasi pascabayar.

"Misalnya saja di Papua, bagaimana caranya kita bisa mengantarkan rekening tagihan kepada pelanggan kami yang tinggal di area pegunungan terpencil. Lebih mudah bagi kami memasarkan prabayar saja," jelasnya.

Pascabayar Kartu Halo memiliki jumlah pelanggan sekitar dua juta. Sedangkan pelanggan Simpati dan Kartu AS masing-masing 30 juta dan 20 juta. Dengan demikian, jumlah pelanggan pascabayar Telkomsel sangat jauh tertinggal dengan prabayar.

Meski begitu, Telkomsel tidak putus asa. Untuk menggenjot pertumbuhan pascabayar, operator seluler ini membuat strategi layanan ganda dalam satu kartu melalui Telkomsel HaloHybrid. Meskipun konsekuensi yang harus dihadapi adalah penurunan penggunaan rata-rata (average revenue per user atau ARPU).

Meskipun Onang tidak menyatakan penurunan tersebut secara langsung namun terlihat jelas perubahan signifikan antara pengguna Kartu Halo dengan HaloHybrid. Menurutnya, pengguna HaloHybrid pasca dan prabayar memiliki ARPU yang sama sekitar Rp100 ribu per bulan sedangkan ARPU pengguna Kartu Halo murni Rp 250 ribu.

HaloHybrid yang diluncurkan sekitar setahun lalu ini memungkinkan pelanggan Kartu Halo menikmati pilihan penggunaan baik pascabayar maupun prabayar. Saat ini, HaloHybrid telah digunakan oleh lebih dari 200 ribu pelanggan. Sayangnya baru pelanggan Kartu Halo yang bisa menikmati layanan ini, itupun harus melalui proses registrasi ke Grapari terdekat.

"Nanti pada 1 Juni pelanggan Simpati juga bisa menikmati layanan ini. Tapi tetap harus datang ke Grapari untuk proses registrasi dan validasi. Dengan demikian target potensial pengguna HaloHybrid bisa mencapai 30 juta," Onang menandaskan.

Mau curhat atau punya uneg-uneg soal operator seluler? Curahkan saja di detikINET Forum threat khusus layanan seluler.



(rou/ash)





Hide Ads