Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Ini Sebab Ilmiah Kenapa Ikan Sapu-sapu Invasif, Pantas Dimusnahkan

Ini Sebab Ilmiah Kenapa Ikan Sapu-sapu Invasif, Pantas Dimusnahkan


Fitraya Ramadhanny - detikInet

5 Cara Membasmi Ikan Sapu-sapu di Sungai, Hama Invasif Pengancam Ekosistem
Ikan sapu-sapu di sungai, hama invasif pengancam ekosistem (Foto: Juan Carlos Caicedo HernΓ‘ndez/iNaturalist/CC BY 4.0)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta mendorong pemusnahan ikan sapu-sapu yang dianggap hama. Banyak orang masih belum paham betapa ikan ini sangat invasif.

Literatur ilmiah mengenai bahaya dan ancaman ikan sapu-sapu terhadap ekosistem, sudah banyak tersedia di ruang digital. Salah satunya adalah Jurnal Albacore, Volume 4 No 1, Februari 2020 yang diakses detikINET, Senin (20/4/2026).

Jurnal itu mempublikasikan hasil penelitian tim ilmuwan yaitu Hasrianti, Surianti dan Muhammad Rais Rahmat Razak, yang meneliti ikan sapu-sapu di Danau Sidenreng, Desa Teteaji, Kelurahan Wette'e, Kabupaten Sidenreng Rappang. Menurut mereka, ledakan populasi ikan sapu-sapu menyebabkan berkurangnya ikan tangkapan nelayan seperti gabus, nila, tawes, mas, mujair di danau tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Keberadaan ikan sapu-sapu yang tergolong ikan invasif dapat mengakibatkan kerusakan bahkan lenyapnya komunitas ikan lokal yang ada di perairan," demikian temuan penelitian tersebut.

Kenapa ikan sapu-sapu menjadi sangat invasif, rupanya ada beberapa sebab. Maruf Adnan dalam artikelnya The Environmental Impact of Hypostomus plecostomus: Assessing the Potential Harm to Water Species menjelaskan ikan sapu-sapu punya kemampuan adaptasi tinggi, cepat berkembang biak mengalahkan ikan lokal, perilakunya memakan alga mengganggu ekosistem karena alga menjadi tempat berlindung hewan air lainnya.

ADVERTISEMENT

Ikan sapu-sapu sebagai pendatang juga menularkan penyakit yang mengganggu spesies lokal. Selain itu temuan dalam riset lain menyebutkan ikan sapu-sapu tidak memiliki predator dan musuh alami di tempat barunya.

Adnan menegaskan pentingnya sikap kepemilikan hewan peliharaan yang bertanggung jawab. Jangan sembarangan melepas ikan peliharaan ke alam bebas.

"Perlunya strategi pengelolaan yang efektif untuk mengurangi dampak spesies invasif terhadap lingkungan perairan asli," simpulnya.

Sebelumnya, sekitar 6,98 ton ikan sapu-sapu ditangkap di berbagai lokasi di Jakarta per Jumat (17/4). Setelah operasi penangkapan serentak itu, sekitar 68.880 ekor ikan sapu-sapu kemudian dibelah dan dikubur di titik-titik dekat pintu air.

Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan A Sidabalok menjelaskan penguburan ini salah satunya untuk memastikan agar tidak ada penyelewengan ikan sapu-sapu hasil tangkapan. Misalnya seperti penjualan hasil tangkapan secara sepihak ke pedagang.




(fay/fyk)





Hide Ads