Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Bir Tawil, Wilayah Aneh di Bumi yang Tak Diakui Negara Mana Pun

Bir Tawil, Wilayah Aneh di Bumi yang Tak Diakui Negara Mana Pun


Rachmatunnisa - detikInet

Geologi
Foto: IFL Science
Jakarta -

Di tengah dunia yang penuh sengketa wilayah, ada satu tempat yang justru kebalikannya, tidak ada satu pun negara yang mau mengklaimnya. Wilayah itu bernama Bir Tawil, sebidang tanah tandus di perbatasan Mesir dan Sudan.

Fenomena ini membuat Bir Tawil sering disebut sebagai salah satu wilayah 'tanpa tuan' terakhir di Bumi. Bir Tawil merupakan wilayah seluas sekitar 2.060 km persegi yang berada di antara Mesir dan Sudan.

Uniknya, kedua negara tersebut sama-sama tidak mengklaim wilayah ini. Dikutip dari IFL Science, kondisi ini terjadi bukan karena wilayah tersebut berbahaya, melainkan karena alasan geopolitik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bir Tawil adalah salah satu wilayah terakhir di Bumi yang benar-benar tidak diklaim oleh negara mana pun," tulis laporan tersebut.

Masalahnya bermula dari perbedaan batas wilayah antara Mesir dan Sudan sejak era kolonial Inggris. Jika Mesir mengklaim wilayah berdasarkan peta tahun 1899, maka Sudan menggunakan peta administratif 1902. Konflik ini membuat kedua negara lebih memilih wilayah lain yang lebih bernilai, yaitu Hala'ib Triangle. Akibatnya, Bir Tawil yang tidak memiliki nilai strategis atau ekonomi justru ditinggalkan.

ADVERTISEMENT

"Tidak ada dasar hukum internasional yang membuat kedua negara bisa mengklaim keduanya sekaligus," demikian penjelasan dalam referensi tersebut.

Selain masalah politik, kondisi geografis Bir Tawil juga menjadi alasan kuat mengapa wilayah ini tidak diminati. Wilayah ini didominasi gurun panas ekstrem, tanpa sumber air, tanpa kota, dan tanpa infrastruktur. Suhu di sana bahkan bisa melampaui 40 derajat Celsius hampir sepanjang tahun.

Tak heran jika tidak ada populasi tetap di wilayah ini. Hanya kelompok nomaden atau penambang ilegal yang sesekali melintas. Meski tidak diakui negara mana pun, Bir Tawil sempat menarik perhatian sejumlah individu yang mencoba mengklaimnya sebagai negara sendiri.

Salah satu yang terkenal adalah seorang pria asal Amerika Serikat yang datang ke wilayah tersebut dan mendeklarasikan kerajaan demi mewujudkan mimpi anaknya menjadi putri. Namun, semua klaim tersebut tidak pernah diakui secara resmi oleh komunitas internasional.

Di era ketika hampir seluruh wilayah di Bumi sudah dipetakan dan diperebutkan, keberadaan Bir Tawil menjadi anomali. Wilayah ini menjadi contoh langka tentang bagaimana konflik batas justru bisa menghasilkan tanah tanpa pemilik.

Kisah Bir Tawil juga sering digunakan untuk menggambarkan betapa rumitnya persoalan geopolitik. Nyatanya, tidak semua wilayah diperebutkan, tetapi ada juga yang justru diabaikan sepenuhnya.




(rns/rns)
TAGS







Hide Ads